DO NOT MISS

Senin, 26 September 2016

PKS Dukung Ciptakan Pilkades Yang Bermartabat

PEMALANG – Perkembangan tahapan-tahapan menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) membawa harapan besar terhadap kualitas demokrasi Masyarakat Pemalang. Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Pemalang memberikan perhatian pada aspek budaya berdemokrasi yang bermartabat dan menghasilkan calon pemimpin yang berkualitas.

Ketua DPD PKS Pemalang, Suwarso, mengatakan berkomitmen menyukseskan pelaksanaan setiap agenda demokrasi  termasuk pilkades.  PKS mendorong setiap kader dan struktur di bawah mampu menciptakan iklim demokrasi yang aman dan damai.

“Kita mengedepankan praktek politik yang menjunjung tinggi nilai dan moral. Politik yang bermartabat," katanya saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi DPD PKS Pemalang dengan Ketua DPC PKS Se-Pemalang, belum lama ini.


Jika cara yang ditempuh bermartabat dan budaya demokrasi yang baik, lanjut Suwarso, akan dihasilkan pemimpin yang berkualitas. Untuk lebih menjunnjung tinggi budaya berdemokrasi yang baik, ia menambahkan, agar praktek money politik dan perjudian (totoan) yang kerap terjadi pada event Pemilihan Kepala Desa dapat diantisipasi oleh semua pihak.


“Bagi para calon sajikan gagasan yang membangun. Jadi antar calon adu gagasan untuk membangun desa. Sehingga kualitas demokrasi kita di desa juga meningkat,” terangnya. (humas)

Selasa, 21 Juni 2016

Suwarso Pimpin Relawan PKS Pemalang Bantu Korban Bencana Purworejo

                                 
Evakuasi di Desa Donorati, Kebumen. Temukan 5 jenazah.sumber;@pksjateng
Pemalang.pks.id - Relawan PKS Pemalang diberangkatkan untuk bantu korban Bencana banjir dan longsor di Purworejo dan Kebumen. Ketua DPD PKS Pemalang, Suwarso, langsung memimpin delegasi dari Pemalang ini, Selasa (21/6/2016).

Satu tim beranggotakan delapan personel kepanduan ini langsung diberangkatkan dari kantor DPD PKS Pemalang. Rencananya tim akan bergabung dengan seluruh tim relawan dan kepanduan se-Jawa Tengah.

Suwarso mengatakan DPD PKS Pemalang terpanggil untuk mengirimkan relawan setelah mendengar betapa dahsyatnya bencana yang melanda 16 Kabupaten Kota di Jateng ini. Memang yang terparah adalah di Purworejo dan Kebumen.

"Kami akan bergabung dengan tim kepanduan dan relawan Se Jawa Ten
gah di sana, kemungkinan kami akan diterjunkan di Desa Donorati, Desa Caok, atau Desa Jelok," terang dia.

Tim yang dikirim ini, lanjut Suwarso, merupakan tim yang sudah terlatih dan sering diterjunkan di sejumlah daerah bencana di Jawa Tengah seperti Karanganyar maupun Banjarnegara.
" Tim ini sudah terlatih untuk recovery daerah bencana," tandas dia.

Selain pengiriman Relawan, Pihaknya juga melakukan penggalangan dana atau munashoroh untuk Purworejo dan Kebumen. Dana tersebut dihimpun dari kader dan simpatisan PKS di Kabupaten Pemalang.
"Penggalangan dana dilakukan sepekan kedepan hingga 27 Juni 2016 ini, melalui jalur struktural dan kaderisasi PKS Pemalang," jelas Suwarso.

Untuk diketahui, Bencana di jawa tengah ini terjadi akibah hujan yang merata di Jawa Tengah pada Sabtu (18/6). Total 16 Kabupaten Kota terdampak bencana akibat cuaca ekstrim ini. Beberapa daerah yang terdampak bencana yakni Purworejo, Banjarnegara, Kendal, Sragen, Purbalingga, Banyumas, Sukoharjo, Kebumen, Wonosobo, Pemalang, Klaten, Magelang, Wonogiri, Cilacap, Karanganyar, dan Kota Solo.

Mayarakat yang ingin berdonasi dapat melalui rekening Donasi DPW PKS Jateng.

(humas)  

Rabu, 01 Juni 2016

Kasus Tindak Kekerasan dan Asusila Merebak, "Pemalang Berakhlak" Kapan?*

*Pemalang Berakhlakul Karimah Hanya Jargonkah?

Pemalang.Pks.Id
- Pemalang akhir-akhir ini gempar dengan sejumlah kasus tindak kekerasan dan tindak asusila. Persoalan tersebut diangkat oleh Anggota legislatif Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS), Endang Purwanti, SH dalam rapat paripurna DPRD Pemalang, (1/6/2016) kemarin.


Anggota dewan yang memiliki background pendidikan sebagai lawyer ini prihatin dengan situasi yang merebak belakangan ini. Miris karena Kabupaten Pemalang disorot bukan karena prestasi pembangunannya melainkan pemberitaan sejumlah kasus tindak kekerasan dan asusila khususnya terhadap anak.
"Pemalang gempar, dari kasus pelecehan seksual, perkosaan sampai kasus pembunuhan," terang dia.. Kejadian semacam ini, lanjut Endang,  merupakan fenomena gunung es, dimana hanya sedikit fakta yang terlihat dipermukaan. Kondisi tersebut sangat memprihatinkan.

"Di sini hampir akhlak dan karakter yang ditanamkan di keluarga maupun sekolah tak mampu menghadang laju dekadensi moral masyarakat kita," ujarnya.

F-PKS, lanjut endang, berharap agar ragam kegiatan yang sudah dilaksanakan Pemerintah Daerah seperti: Pemalang Bershalawat, Pengajian Akbar, dll yang telah diselenggarakan tidak berhenti pada seremonial saja. Tapi dapat ditingkatkan agar menjadi “Pemalang Berakhlak”. "Tidak hanya shalawatan, pengajian akbar tetapi lebih jauh lagi Pemalang Berakhlak, karena Akhlak adalah Benteng bagi setiap jiwa," tegas Endang.

Dalam rapat paripurna pengesahan 9 raperda tersebut, Endang juga mendesak Pemerintah Daerah tegas dalam pengaturan dan pembatasan peredaran minuman keras (Miras). Legislator Perempuan dari Dapil V ini merasa belum ada ketegasan dari eksekutif. Padahal, lanjutnya, produk hukum berupa Peraturan Daerah telah dibuat.
"Tinggal eksekusi dan keberanian dari eksekutif terkait. Hal ini menjadi penting, karena tindak kriminalitas dan rusaknya ketertiban di masyarakat seringkali bermula dari Miras," tandas dia.

Dihadapan peserta Rapat Paripurna bersama SKPD Pemalang, Endang mewakili Fraksi PKS,  mendorong agar dinas terkait dapat menggelar operasi miras.

"Agar masyarakat percaya dengan itikad pemerintah daerah, hasil operasi tersebut dapat dimusnahkan dihadapan elemen masyarakat baik organisasi masyarakat, agama maupun lembaga Swadaya Masyarakat," Tantang Endang.

Kamis, 19 Mei 2016

Tabiat Dakwah dan Resiko Bagi Qiyadah (leader)

Pemalang.pks.id -Tantangan semakin beragam bagi partai dakwah. Memang itu sudah tabiat jalan dakwah.

Ketua DPD PKS Pemalang, Suwarso, saat memimpin Yasin dan Tahlil, belum lama ini
Ketua DPD PKS Pemalang, Suwarso, mengingatkan akan segala tantangan dan problema sebagai konsekuensi jalan dakwah tersebut.

Allah SWT, lanjut dia, memberikan  modal kepada hamba-hamba-Nya dengan modal kemampuan dalam jiwa untuk menghadapi. 

"Allah menguji seorang hamba sesuai kemampuan hambanya," tandas dia dalam rapat bersama Fraksi PKS, belum lama ini.

Bagi seorang Qiyadah (leader) ada tantangan sendiri.  Para qiyadah, harus selalu menilik kisah masa lampau. Sosok  Bal'am yang awalnya golongan Alim dan mustajab doanya, diuji dengan godaan-goadaan akan kealimannya hingga akhirnya tergelincir.

Bagaimana pula sosok Qorun yang diuji dengan hartanya. "Begitu pula Sosok Firaun ada ujiannya sendiri", terang dia.

"Maka mari menjaga diri dan meminta rahmat Allah SWT agar hawa nafsu selalu terjaga dan terkendali," pinta dia.

Ketua PKS Pemalang ini memotivasi bahwa setiap tantangan dan hambatan yang ada itu,  Hadapi tanpa perlu keraguan. "Bahwa setiap ketentuan Allah SWT sesuai dengan upaya kita," tandas dia.

Senin, 25 April 2016

Ketua PKS Pemalang Pimpin Yasin Tahlil, Milad 18 PKS Khidmat dan Takzim

Pemalang.pks.id - Syukur akan usia ke-18 tahun, Dewan Penngurus Daerah (DPD)  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Pemalang menggelar Tahlil dan Doa Bersama bersama tiga Jamiyah Yasin Tahlil beserta kader dan simpatisan. Sabtu (23/4/2016). Bahkan Ketua DPD PKS Pemalang, Ustad Suwarso bertindak sebagai pemimpin yasin tahlil pada kesempatan tersebut.
Ketua DPD PKS Pemalang, Ustad Suwarso saat memimpin Yasin Tahlil dalam peringatan milad 18 PKS di Markas Dakwah PKS Pemalang, Sabtu (23/04/2016) 


Jamiyah Tahlil Yasin beserta kader simpatisan PKS sudah hadir sejak ba'da Isya, Mereka duduk melingkar membentuk majelis. Hafalan surat Yasin diperdengarkan bersamaan dengan peserta yang kusyuk nderes. Lepas bacaan Yasin, Tahlil dilantunkan secara bersama-sama diawali dari Ustad Suwarso.

Dalam Sambutannya, Ustad Suwarso mengatakan pengurus ingin memperingati milad ke-18 PKS ini secara khidmat dan penuh takzim. Dia mengucapkan terima kasih atas dukungan  masyarakat yang membuat PKS tetap eksis hingga kini.
"Kami berterima kasih atas segala dukungan masyarakat, nyuwun agunging samudro pangaksami mbok bilih wonten klenta-klentu anggenipun atur lan tumindak saking pengurus PKS," terang Ketua PKS yang juga alumni Pondok Pesantren Riyadhus Shalihin, Desa Karangasem, Petarukan ini.

Dalam kesempatan tersebut PKS juga meresmikan beroperasinya mobil khidmat atau mobil layanan yang dapat digunakan untuk kebutuhan sosial kemasyarakatan.
"Mobil layanan dapat digunakan oleh masyarakat Pemalang, untuk mengantar orang sakit, mengantar ibu hamil atau bahkan untuk lamaran  atau kawinan. monggo menghubungi pengurus semisal membutuhkan," terang Suwarso.

Rabu, 20 April 2016

Kartini Inspirasi Perempuan Kokoh


Selasa, 19 April 2016

Galeri Parlementaria

Ketua Fraksi PKS, Teguh Priambudi, bersama anggota Pansus LKPJ
sambangi IPAL RSUD dr. Ashari Pemalang




Riyono Ziarahi Makam Kartini



Pemalang.pks.id - Memperingati hari kartini Riyono ziarah ke makam RA Kartini sebagai wujud nasionalisme dan belajar kepada nilai  perjuangan kartini.

Raden Adjeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 dan meninggal di Rembang, Jawa Tengah, 17 September 1904.

Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964, yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai Hari Kartini.

Perjuangan Kartini untuk menyetarakan perempuan terutama dalam hal pendidikan tidak sia-sia. Perempuan memperoleh pendidikan yang sama dengan laki-laki. Perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan. Agar dapat menjalankan perannya dengan baik, perempuan harus mendapat pendidikan yang baik pula. (sumber: laporriyono.com)

Kelompok Tani Keluhkan Keharusan Berbadan Hukum

Pemalang.pks.id- Sejumlah kelompok tani mengeluhkan keharusan pembentukan kelompok berbadan hukum, agar dapat memperoleh bantuan dari pemerintah.
Keluhan tersebut disampaikan kepada anggota DPRD dari Fraksi PKS, Daliwan, saat reses beberapa waktu yang lalu. Daliwan mengatakan sesuai undang-undang nomor 17/2014 tentang Organisasi Kemayarakatan, kelompok yang akan menerima dana bantuan harus memiliki badan hukum. ’’Sementara itu banyak kelompok tani yang belum paham apakah badan hukum itu dan bagaimana mendapatkannya,’’ kata Daliwan, Senin (18/4) kemarin.
Karena itu dalam resesnya, dia mengupas prosedur memperoleh badan hukum sebagai syarat pengajuan bantuan. ’’Untuk kelompok yang akan mengajukan bantuan kepada pemerintah daerah, badan hukum cukup dengan akta notaris,’’ujarnya.
Daliwan SPd Saat meninjau Ke Kantor KPPT Pemalang
Adapun bagi kelompok yang akan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, badan hukum harus mendapatkan pengesahan dari Kementerian hukum dan hak asasi manusia. Petani tidak perlu khawatir dalam mengurus pengesahan badan hukum, sebab pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk mengesahkan keberadaan organisasi.
Segera Diberlakukan
Kewajiban memperoleh pengesahan badan hukum, lanjut Daliwan akan diberlakukan mulai tahun ini. Karena itu dia mengimbau konstituennya untuk secepatnya mengurus. Dalam reses yang diselenggarakan di Desa Karangasem, Kendalsari, Petanjungan Kecamatan Petarukan dan Wonogiri, Kecamatan Ampelgading itu, petani juga mengeluhkan masalah infrastruktur dan administrasi kependudukan.
Sebelumnya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Muntohir saat menyambut tim penilai lomba bidang perikanan tingkat Provinsi Jawa Tengah, mengatakan kelompok tani harus memiliki badan hukum. Selama ini menurut dia banyak bantuan dari pemerintah yang akhirnya kembali ke kas negara lantaran calon penerimanya belum memiliki badan hukum.
Sementara itu dalam mendapatkan peengesahan badan hhukum ini, beberapa kelompok sudah mulai mengurusnya. Salah satunya adalah kelompok pembudi daya ikan Mina Lele Makmur Kabupaten Pemalang. Kelompok tersebut pada awal tahun 2016 sudah mendapatkan pengesahan dari Kementeriaan hukum dan hak asasi manusia. (K40-63) (sumber: berita.suaramerdeka.com)

Rabu, 13 April 2016

Warga Butuh Pelayanan Ambulans Gratis PKS

Pemalang.pks.id - Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Pemalang melakukan konsolidasi bersama 14 pengurus DPC se Kabupaten Pemalang. Langkah ini sebagai penguatan gerak khidmat PKS kepada masyarakat Pemalang. Ambulans Gratis PKS menjadi usulan. Konsolidasi tersebut dihelat di Kantor DPD PKS Pemalang, Selasa (12/4/2015)
Rapat Konsolidasi DPD dan DPC PKS

Ketua DPD PKS Pemalang, Suwarso, mengatakan PKS Pemalang lebih fokus terhadap program-program PKS di masyarakat Pemalang. Perkembangan PKS di tingkat pusat tidak berarti apa-apa di tingkat daerah.
"Fokus kader dan struktur adalah menjalankan program dakwah PKS di daerah. kita solid untuk itu," terang dia.

Dalam kesempatan tersebut, para Ketua DPC PKS menyampaikan perkembangan pembentukan struktur DPC hingga ranting dan program yang digulirkan pasca mereka dilantik.

Sekretaris DPC Taman, Wiryono, mengatakan banyak usulan dari ranting kepada pengurus DPC. Beberapa diantaranya penguatan simbol kepartaian dan pelatihan sosial politik untuk pengurus ranting. Selain itu diusulkan adanya markas sebagai pusat khidmat PKS.
"DPRa juga meminta agar ada ambulans gratis PKS untuk pelayanan masyarakat, karena masyarakat benar-benar membutuhkan" terang dia.

Selain itu, Ketua DPC PKS Comal, Maryono, mengusulkan penguatan peran kaderisasi dalam meningkatkan jumlah kader dan simpatisan.

"Kami siap menambah jumlah kader simpatisan PKS di Comal hingga Bodeh, tetapi kami mohon penguatan agenda pengkaderan," terang dia. 
  

Senin, 11 April 2016

FPKS Cermati Laporan Pertanggungjawaban Anggaran TA 2015 Bupati Pemalang

Teguh Priambudi, SPd
Pemalang.pks.id - Fraksi PKS DPRD Pemalang akan melakukan pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2015. Dengan pembagian personel Fraksi ke dalam Panitia Khusus (Pansus) DPRD.

Ketua Fraksi PKS, Teguh Priambudi, SPd, mengatakan pembahasan LKPJ Bupati tersebut meliputi Kebijakan Pemerintahan Daerah, Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah, Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah Tahun 2015, Penyelenggaraan Tugas Pembantuan, Penyelenggaraan Tugas Umum pemerintahan.

“Pembahasan berkaitan pula dengan sejumlah urusan wajib, urusan pilihan dan sejumlah indikator kinerja daerah,” terang Teguh, Senin (11/4/2016) di Ruang Fraksi kemarin.

Dalam pembagiannya, lanjut Teguh, FPKS mendelegasikan Daliwan, SPd  untuk pengawalan Pansus I, Pansus III dikawal Risqi Wulan Sucifiani, SE.Ak; Endang Purwanti, SH, sementara untuk Pansus IV dikawal oleh Solichin Sag.

“Saya sendiri di Pansus II, dalam pansus ini kami memberikan catatan strategis yang berarti evaluasi yang dilakukan tahun anggaran lalu. Nanti kami serah terimakan. Harapannya dapat meningkatkankinerja pemerintah daerah,” terang dia.

Aleg PKS Dapil IV ( Kec. Ulujami, Comal, Bodeh)  ini berharap catatan strategis diperhatikan oleh pemerintah daerah sebagai sebuah koreksi.

“Catatan yang lalu apakah sudah dilakukan?  itu bahan pertanyaan yang akan saya tanyakan  tiap tahunnya,” tandas dia.



Kamis, 31 Maret 2016

Lewat Musrenbang, Harap Pemalang Lebih Transparan dan Partisipatif


Pemalang.pks.id-Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Pemalang mengapresiasi dihelatnya Musyawarah Perncanaan Pembangunan (Musrenbang) 2016 Kabupaten Pemalang. Sudah sepantasnya pembangunan Pemalang  dilakukan secara partisipatif dan transparan.

Solichin SAg, Aleg PKS Dapil II, mengatakan meskipun partisipasi belum maksimal, tetapi usulan yang terangkum dari musrenbang tingkat Desa dan Kecamatan telah terhimpun. Sehingga harus dapat semaksimal mungkin dilaksanakan.

"Agar dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Pemalang," terang Solichin Rabu (30/3)

Sejatinya, lanjut Solichin, Musrenbang tersebut merupakan pendekatan pembangunan dengan melibatkan akar rumput (grassroot). Efek yang diharapkan adalah agar masyarakat tumbuh rasa  memiliki atas proyek-proyek pembangunan berbasis warga, mengembangkan dan memelihara lembaga-lembaga demokrasi dan mengurangi konflik kepentingan. 

"Sehingga yang diharapkan bersama-sama adalah setiap tujuan-tujuan pembangunan KAbupaten Pemalang  tercapai dan  berkelanjutan," ungkapnya lagi.

Solichin berharap partisipasi masyarakat semakin tinggi sehingga berbagai prakarsa  masyarakat dapat diakomodir. 
" Dan  Pemalang menjadi kabupaten yang transparan dan partisipatif dalam pembangunan," pungkas dia.

Rabu, 30 Maret 2016

Jadilah Kitab Walau Tanpa Judul



[Taujihat Ustadz Hilmi Aminudin]



Kun kitaaban mufiidan bila ‘unwaanan, wa laa takun ‘unwaanan bila kitaaban. Jadilah kitab yang bermanfaat walaupun tanpa judul. Namun, jangan menjadi judul tanpa kitab.
Pepatah dalam bahasa Arab itu menyiratkan makna yang dalam, terutama menyangkut kondisi bangsa saat ini yang sarat konflik perebutan kekuasaan dan pengabaian amanah oleh pemimpin-pemimpin yang tidak menebar manfaat dengan jabatan dan otoritas yang dimilikinya. Bangsa ini telah kehilangan ruuhul jundiyah, yakni jiwa ksatria. Jundiyah adalah karakter keprajuritan yang di dalamnya terkandung jiwa ksatria sebagaimana diwariskan pejuang dan ulama bangsa ini saat perjuangan kemerdekaan.

Semangat perjuangan (hamasah jundiyah) adalah semangat untuk berperan dan bukan semangat untuk mengejar jabatan, posisi, dan gelar-gelar duniawi lainnya (hamasah manshabiyah). Saat ini, jiwa ksatria itu makin menghilang. Sebaliknya, muncul jiwa-jiwa kerdil dan pengecut yang menginginkan otoritas, kekuasaan, dan jabatan, tetapi tidak mau bertanggungjawab, apalagi berkurban. Yang terjadi adalah perebutan jabatan, baik di partai politik, ormas, maupun pemerintahan. Orang berlomba-lomba mengikuti persaingan untuk mendapatkan jabatan, bahkan dengan menghalalkan segala cara. Akibatnya, di negeri ini banyak orang memiliki “judul”, baik judul akademis, judul keagamaan, judul kemiliteran, maupun judul birokratis, yang tanpa makna. Ada judulnya, tetapi tanpa substansi, tanpa isi, dan tanpa roh.
Padahal, ada kisah-kisah indah dan heroik berbagai bangsa di dunia. Misalnya, dalam Sirah Shahabah, disebutkan bahwa Said bin Zaid pernah menolak amanah menjadi gubernur di Himsh (Syria). Hal ini membuat Umar bin Khattab RA mencengkeram leher gamisnya seraya menghardiknya, “Celaka kau, Said! Kau berikan beban yang berat di pundakku dan kau menolak membantuku.” Baru kemudian, dengan berat hati, Said bin Zaid mau menjadi gubernur.
Ada lagi kisah lain, yaitu Umar bin Khattab memberhentikan Khalid bin Walid pada saat memimpin perang. Hal ini dilakukan untuk menghentikan pengultusan kepada sosok panglima yang selalu berhasil memenangkan pertempuran ini. Khalid menerimanya dengan ikhlas. Dengan singkat, ia berujar, “Aku berperang karena Allah dan bukan karena Umar atau jabatanku sebagai panglima.” Ia pun tetap berperang sebagai seorang prajurit biasa. Khalid dicopot “judul”-nya sebagai panglima perang. Namun, ia tetap membuat “kitab” dan membantu menorehkan kemenangan.
Ibrah yang bisa dipetik dari kisah-kisah tersebut adalah janganlah menjadi judul tanpa kitab; memiliki pangkat, tetapi tidak menuai manfaat. Maka, ruuhul jundiyah atau jiwa ksatria yang penuh pengorbanan harus dihadirkan kembali di tengah bangsa ini sehingga tidak timbul hubbul manaashib, yaitu cinta kepada kepangkatan, jabatan-jabatan, bahkan munafasah ‘alal manashib, berlomba-lomba untuk meraih jabatan-jabatan. Semoga!!

F-PKS Angkat Pengentasan Kemiskinan dan Permodalan Usaha

Pemalang.pks.id Fraksi PKS DPRD Pemalang membawa usulan masyarakat Pemalang yang dihimpun melalui kegiatan Reses Anggota legislatif PKS Masa Sidang I tahun 2015-2016. Lima anggota dewan PKS ini turun langsung ke dapilnya masing-masing. 
Selain usulan fisik, beberapa usulan yang muncul dari masyarakat meliputi permodalan usaha kecil, kemiskinan dan pembangunan sektor pertanian.

"Usulan masyarakat melalui Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Kabupaten Pemalang semoga bisa menjadikan bahan pertimbangan dalam proses pembangunan di Kabupaten Pemalang," tandas Daliwan.

Berikut usulan dari masyarakat berupa 24 usulan  permodalan usaha kecil, 8 poin usulan pengentasan kemiskinan dan 6 soal pembangunan sektor pertanian.



1.      Kredit usaha rakyat / Permodalan usaha kecil.
1)      Pelatihan ketrampilan berusaha bagi Karang Taruna, Desa Banyumudal, Kecamatan Moga
2)      Bantuan budidaya ternak kambing/ domba untuk pemuda /karang taruna, Desa Belik, Kecamatan Belik.
3)      Pelatihan Berwirausaha bagi kaum muda, Desa Bodas Kecamatan Watukumpul
4)      Penataan pasar  Desa Bodas Kecamatan Watukumpul
5)      Pemberian modal bagi usaha kecil Desa Bodas Kecamatan Watukumpul
6)      Pembinaan kelompok usaha kecil dalam pemasaran produk hasil usaha Desa Bodas Kecamatan Watukumpul
7)      Pelatihan ketrampilan berusaha bagi masyarakat kurang mampu, Desa Cikadu, Kecamatan Warungpring
8)      Penataan Pasar desa Desa Cikadu, Kecamatan Warungpring
9)      Penyuluhan Pemuda Kreatif Desa Cikadu, Kecamatan Warungpring
10)  Bantuan pemberdayaan karang taruna, Desa Bongas Kecamatan Watukumpul
11)  Penataan pasar desa Desa Bongas  Kecamatan Watukumpul
12)  Pembinaan untuk pengrajin anyaman bambu, terutama dalam hal inovasi dan pemasarannya; Desa Warungpring, Kec. Warungpring.
13)  Bantuan budidaya ternak Lele untuk pemuda karang taruna, Desa Bontekan ulujami
14)  Bantuan usaha kecil buat keluarga Petani dan Nelayan, Kertosari Ulujami
15)  Bantuan Budidaya ternak kambing bagi masyarakat, Kertosari Ulujami
16)  Bantuan dana budidaya Ikan air tawar, Kertosari Ulujami
17)  Desa Gandu Kecamatan Comal
18)  Pelatihan ketrampilan berusaha bagi masyarakat kurang mampu, Desa Gandu Kecamatan Comal
19)  Bantuan benih padi bagi petani miskin di Desa Gintung, comal.
20)  Pembinaan kelompok usaha kecil dalam pemasaran produk hasil usaha, Desa Gintung, comal.
21)  Pemberian modal bagi usaha kecil, Desa Sikayu  Kecamatan Comal
22)  Bantuan benih padi bagi petani miskin, Desa Sikayu  Kecamatan Comal
23)  Pembinaan kelompok usaha kecil dalam pemasaran produk hasil usaha, Desa Jraganan Kecamatan Bodeh
24)  Pemberian modal bagi petani Sawah, Desa Gandu Kecamatan Comal

2.      Pola pengentasan kemiskinan
1)       Rehab Rumah Tidak Layak Huni, Desa Banyumudal, Kecamatan Moga
2)      Rehab rumah tidak layak huni bagi warga tidak mampu, Desa Belik Kecamatan Belik
3)      Perbaikan rumah tidak layak huni, Desa Bongas Kecamatan Watukumpul
4)      Rehab rumah menjadi layak huni di Desa Widodaren, Kec. Petarukan.
5)      Rehab rumah tidak layak huni bagi warga kurang mampu, Botekan, ulujami
6)      Rehab rumah tidak layak huni bagi warga kurang mampu desa kertosari, ulujami
7)      Rehab rumah tidak layak huni bagi warga kurang mampu, desa gandu, ulujami
8)      Rehab rumah tidak layak huni bagi warga tidak mampu, Desa Sikayu, Ulujami

3.      Pembangunan Sektor pertanian.
1)      Penyehatan kelompok tani, Desa Cikadu, Watukumpul
2)      Bantuan alat pertanian seperti: Traktor, Pompa air, dll, Desa Gintung ( Kecamatan Comal
3)      Bantuan ternak untuk Petani Ternak, Desa Pakembaran
4)      Bantuan ternak untuk Petani Ternak, Desa Cibuyur
5)      Operasi Kelangkaan Pupuk Petani di Desa Pegiringan
6)      Pelatihan dan sosialisasi Dinas Pertanian ke Petani Desa Mereng terkait pengelolaan  tanah legok yang produktifitasnya berkurang menghasilkan.

55 Usulan Fisik dari Masyarakat diusulkan Fraksi PKS


Pemalang.pks.id - Fraksi PKS DPRD Pemalang membawa usulan masyarakat Pemalang dalam hal pembangunan fisik. Usulan tersebut dihimpun dari kegiatan Reses Anggota legislatif PKS Masa Sidang I tahun 2015-2016 ke dapilnya masing-masing. 




Aleg FPKS dapil III Petarukan- Ampelgading, Daliwan SPd, mengatakan ada 35 poin usulan terkait dengan pembangunan jalan antar desa dan kecamatan dan 12 poin usulan pembangunan saluran air ke sungai utama, dan 10 poin perbaikan dan pembangunan jembatan dan normalisasi sungai.
Semua masukan dan saran dari masyarakat melalui Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini, lanjut daliwan, diharapkan Pemerintah Daerah untuk segera mengupayakan dan merealisasikanya sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

"Usulan masyarakat melalui Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Kabupaten Pemalang semoga bisa menjadikan bahan pertimbangan dalam proses pembangunan di Kabupaten Pemalang," tandas Daliwan.

berikut usulan fisik dari masyarakat tersebut : 


1.      Pembangunan dan Perbaikan Jalan antar desa dan kecamatan
1)      Makadam dan pengaspalan jalan penghubung antardesa Dukuh Pengadegan Desa Pener dengan Dukuh Karangsuci Desa penggarit sepanjang 1000 m.
2)      Pengaspalan jalan desa lapangan desa Sokawangi sepanjang 700 m.
3)      Pengaspalan jalan penghubung antardesa di Dukuh Bantarpanjang, Sukowangi – Kejambon spanjang 700 m.
4)      Pengaspalan jalan benteng sepanjang kali waluh dusun Gedugan-Silanjar sepanjang 1500 m.
5)      Pengaspalan jalan penghubung antardesa Kejambon-Penggarit sepanjang 1000 m.
6)      Pengaspalan jalan poros desa Kejambon sepanjang 800 m.
7)      Pengaspalan jalan antara dukuh Karang Talun, Silanjar, dan Karangsembung di Desa Jebed Selatan sepanjang 2000 m.
8)      Betonisasi jalan antar desa Jebed Selatan-Sungapan seepanjang 100 meter
9)      Pengaspalan jalan poros desa dari TMP sampai Balaidesa Penggarit.
10)  Makadam jalan lingkungan nelayan Asemdoyong Dusun I dan II sepanjang 1000 m.
11)  Pengaspalan jalan antar desa Asemdoyong-Desa Nyamplungsari sepanjang 1000 m.
12)  Pembangunan Jalan-jalan masuk gang, Desa Banyumudal, Kecamatan Moga.
13)  Peningkatan jalan tembus desa bodas pedagung, Desa Bodas, Kecamatan Watukumpul
14)  Pembangunan Jalan dari Rt 5 Sampai dengan Rt 11, Desa Bodas, Kecamatan Watukumpul
15)  Pengaspalan Jalan ke dukuh karangsempu, Desa Bodas, Kecamatan Watukumpul
16)   Perbaaikan jalan ke dukuh kaliduren, Desa Bodas, Kecamatan Watukumpul
17)  Pengaspalan jalan utama yang Rusak desa Cawet, Desa Bodas, Kecamatan Watukumpul
18)   Pembangunan jalan dukuh rasban, Desa Cikadu, Watukumpul
19)   Pembangunan jalan Desa dari balai desa Cikadu menuju jalan bongas
20)  Pengaspalan jalan di dukuh megalamat menuju balai desa Bongas, Watukumpul.
21)   Pengaspalan jalan Siranti, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul
22)   Penerangan jalan Desa Belik, Kecamatan Belik
23)  Penanaman tananman keras di sepanjang jalan utama, Desa Bodas, Kecamatan Watukumpul
24)   Pengaspalan Jalan RT 2 RW 7 Desa Kendalsari, Kecamatan Petarukan.
25)   Perbaikan Jalan antar Desa Botekan, UlujamiDesa Sidorejo  yang rusak Parah.
26)   Perbaikan jalan Sri Panembah, Rt.04 / 01 Desa Botekan, ulujami.Perbaikan jalan Raya Kertosari, ulujamiBlendung yang rusak.
27)  Perbaikan Jalan menuju Pantai Kertosari, ulujami
28)  Bantuan Lampu Jalan Raya, Desa Gandu Kecamatan Comal
29)  Penambahan Lampu Jalan Raya Desa Gintung menuju Stadion Jatidiri Comal karena gelap dan rawan kejahatan.
30)  Perbaikan pengaspalan jalan masuk Desa Sikayu, Kecamatan Comal
31)  Bantuan penerangan (listrik) di fasilitas umum seperti Tempat Pemakaman Umum Desa Mereng
32)  Perbaikan jalan di RT 09 Desa Mereng
33)  Perbaikan sarana & prasarana jalan desa Pakembaran
34)  Perbaikan sarana & prasarana jalan desa Cibuyur
35)  perbaikan jalan Sistem Jalan Terpadu antara Drainase dan jalan Desa Pegiringan

2.      Pembangunan Selokan / Saluran air menuju sungai utama.
1)      Drainase lingkungan RT07-RT04/ RW 04 Dukuh Pengadegan Desa Pener, Kecamatan Taman.
2)      Pembangunan drainase di Desa Petanjungan Kec. Petarukan
3)      Perbaikan Drainase di lingkungan TPI Asemdoyong, Taman.
4)      Perbaikan saluran irigasi dusun Cawet, Desa Cawet Kecamatan Watukumpul
5)      Rehabilitasi saluran drainase/gorong-gorong desa, Desa Cikadu, Watukumpul
6)      Rehabilitasi saluran irigasi Desa Botekan, ulujami
7)      Pembuatan saluran drainase di Desa Gintung, comal
8)      Perbaikan saluran irigasi Desa Sikayu, comal
9)      Pembangunan Saluran pembuangan air limbah rumah tangga jraganan, Bodeh
10)  Rehabilitasi saluran drainase/ Gorong-gorong, jraganan, bodeh
11)  Pembuatan drainase dan senderan di RT 07 dan 08, Desa Mereng
12)   Perbaikan irigasi Desa Pakembaran

3.      Pembangunan Jembatan dan normalisasi sungai.
1)      Penguatan dan pelebaran Jembatan Sileis di Bendungan Sungapan sebagai jalan masuk desa.
2)      Penguatan dan pelebaran jembatan Merah (bekas rel PG. Sumberharjo) sebagai penghubung Desa Penggarit, Kejambon, Sokawangi dan Jebed Selatan.
3)      Pembangunan Talud Di Sepanjang Sungai Tembreh, Desa Bodas Kecamatan Watukumpul.
4)      Pembangunan Bronjong penahan longsor di kadus 3, Desa Bodas Kecamatan Watukumpul
5)      Perbaikan jembatan dukuh karangtengah penusupan RT 6, Desa Bodas Kecamatan Watukumpul
6)      Pengamanan tebing dukuh siranti Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul
7)      Pembangunan talud Sungai Desa Gandu, comal
8)      Pembuatan Talud / sender sungai Desa Gintung, comal
9)      Pembangunan tanggul Sungai comal Desa Jraganan, bodeh untuk mencegah erosi
10)  Pembangunan jembatan Desa Cibuyur
 
Copyright © 2014 PKS Pemalang | Distributed By Blogspot Templates | Designed By OddThemes