DO NOT MISS

Minggu, 28 Februari 2016

Mitra Strategis Kembangkan Desa, Cari Saja PKS.




Pemalang.pks.id - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pemalang menegaskan kembali jati dirinya sebagai partai khidmat. Hal ini disampaikan ketua Dewan Dakwah X DPW PKS Jawa Tengah, Mutammam Hasani, dalam rangkaian Rapat Koordinasi Daerah(RAKORDA) PKS Pemalang yang  dihelat di Bojongresto, Bojongbata, Minggu (28/2).

Partai khidmat yang dimaksud sesuai dengan perintah tuhan untuk melakukan amar makruf dan nahi mungkar. Bingkai amar makruf dan nahi mungkar ini akan terus digelorakan agar dirasakan benar di tengah-tengah masyarakat.
"Jadi kerja kita dalam kerangka dakwah. Menyatu bersama masyarakat, bergotong royong dalam agenda kemasyarakatan. Bilamana ada yang perlu diluruskan dilakukan dengan hikmah," tandas dia.
Langkah yang dilakukan PKS ini, lanjut Tamam, agar semua pemangku kepentingan di partainya mampu membaur beserta seluruh lapisan masyarakat, untuk dapat memberikan kemanfaatan bagi kemanusiaan.
"Untuk itu langkah khidmat kepada masyarakat Pemalang ini dibutuhkan inovasi dan terobosan yang mengena di masyarakat," lanjutnya.
Kesempatan koordinasi ini bagian dari penguatan struktur dan program regenerasi entitas PKS. "Kita akan bergerak bersama komunitas - komunitas masyarakat di Pemalang, sehingga PKS merupakan entitas yang terpisahkan di tengah masyarakat," pungkas dia. 

Wakil Ketua DPD PKS Pemalang, H Kasnap, mengatakan sejumlah program unggulan ditetapkan, sebagai wujud khidmat kepada masyarakat. Ditambahkan dia, Rakorda PKS Pemalang ini diikuti lebih dari 80 pengurus struktural PKS dari DPD, DPC dan DPRa.

Sementara itu,Riyono, sebagai Anggota DPRD Provinsi Jateng dari PKS, dalam kesempatan yang sama, mengatakan PKS perlu melakukan akselerasi dalam menelurkan kebijakan yang berdampak kepada masyarakat. "Sehingga program yang digagas haruslah Efisien yakni mendasarkan pada program strategis agar fokus sesuai target. Selanjutnya Efektif, yakni program yang konsisten pelaksanaanya serta berdampak luas," ujar pria yang juga wakil DPP PKS ini.
Program juga mesti aplikatif, lanjutnya, agar dapat dieksekusi di semua level. "Dan yang terpenting yakni etik. Bahwa semua program melihat lingkungan dan memasyarakat," ucapnya.
Untuk itu, seluruh kader PKS dapat membangun sinergi dengan pemerintah hingga pada level terendah seperti dengan perangkat desa. "Sinergi, bangun kerjasama. PKS adalah mitra strategis untuk terlibat dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat di desa-desa," tandas dia.

Sabtu, 27 Februari 2016

Manfaat Tidur Siang Bagi Anak - Pandangan Isl

oleh : Nikie Nurina

Pemalang.pks.id - Setiap orangtua pasti menginginkan anaknya tumbuh sehat dan berkembang sesuai usia. Tidur siang merupakan salah satu kebutuhan utama bagi kesehatan anak karena tidur siang adalah saat penting dimana proses metabolisme dalam tubuh bekerja bagi tumbuh kembangnya.

Tidur siang ternyata tidak hanya penting bagi perkembangan fisik namun juga berdampak bagi mental anak. Hasil penelitian Tim dari University of Colorado Boulder, AS menyebutkan bahwa anak yang tidak atau kurang tidur di siang hari cenderung mengalami stres, cemas dan merasa tak bahagia serta tidak tertarik pada lingkungan sekitar mereka. Anak-anak ini juga berisiko mengalami masalah kesehatan mental selama kehidupan mereka di masa dewasa. Efek samping dari pengabaian terhadap tidur siang adalah anak akan kelelahan, sulit untuk fokus dan berkonsentrasi saat belajar dan mengerjakan tugas sekolahnya.

Ditinjau dari sudut pandang Islam, ternyata para salaf (pendahulu) kita dimasa lampau juga menerapkan konsep tidur siang sebelum atau sesudah sholat Dzuhur. Rosululloh SAW pernah bersabda memerintahkan para sahabat beliau,

 “Qailulah-lah (istirahat sianglah) kalian, sesungguhnya setan-setan itu tidak pernah istirahat siang.” (HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb, dikatakan oleh Al-Imam Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 1637: isnadnya shahih)

Hadist diatas menunjukan bahwa tidur atau istirahat siang merupakan sunnah Nabi SAW Beliau SAW selalu mengajarkan kepada kita untuk menyelisihi perbuatan makhluk-makhluk yang hina.

Selanjutnya, berapakah patokan waktu tidur siang yang cukup bagi anak-anak? Menurut Jodi Mindell,PhD, Konsultan Parents dan penulis Sleeping Through the Night.”Banyak bayi tidur siang hanya 30-45 menit dan itu memang sudah cukup. “Anda juga tak perlu khawatir jika dia tidur terlalu banyak. Tak masalah jika bayi anda tidur dua jam penuh. Seorang ahli lain bernama Marc Weissbluth, MD, profesor pediatrik klinis di Feinberg School of Medicine, Northwestern University, Chicago juga mengatakan bahwa yang penting bukanlah seberapa banyak anak Anda tidur, sebagai acuan Anda dapat melihat perilaku anak anda pada pukul 16.00 atau 17.00. Jika dia tetap tenang, manis, dan santai, berarti semua baik-baik saja. Jika tidak, mungkin anda perlu mengubah sesuatu dalam jadwal tidurnya.

Para Kesatria Sejati

Pemalang.pks.id - Suatu hari, Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Di sekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu.
Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka.

Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :
"Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!"

"Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !".

Umar segera bangkit dan berkata :
"Bertakwalah kepada Allah, benarkah engkau membunuh ayah mereka, wahai anak muda?"

Pemuda lusuh itu menunduk sesal dan berkata :
"Benar, wahai Amirul Mukminin."

"Ceritakanlah kepada kami kejadiannya.", tukas Umar.

Pemuda lusuh itu kemudian memulai ceritanya :

"Aku datang dari pedalaman yang jauh, kaumku memercayakan aku untuk suatu urusan muammalah untuk kuselesaikan di kota ini. Sesampainya aku di kota ini, ku ikat untaku pada sebuah pohon kurma lalu kutinggalkan dia (unta). Begitu kembali, aku sangat terkejut melihat seorang laki-laki tua sedang menyembelih untaku, rupanya untaku terlepas dan merusak kebun yang menjadi milik laki-laki tua itu. Sungguh, aku sangat marah, segera ku cabut pedangku dan kubunuh ia (lelaki tua tadi). Ternyata ia adalah ayah dari kedua pemuda ini."

"Wahai, Amirul Mukminin, kau telah mendengar ceritanya, kami bisa mendatangkan saksi untuk itu.", sambung pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Tegakkanlah had Allah atasnya!" timpal yang lain.

Umar tertegun dan bimbang mendengar cerita si pemuda lusuh.

"Sesungguhnya yang kalian tuntut ini pemuda shalih lagi baik budinya. Dia membunuh ayah kalian karena khilaf kemarahan sesaat", ujarnya.

"Izinkan aku, meminta kalian berdua memaafkannya dan akulah yang akan membayarkan diyat (tebusan) atas kematian ayahmu", lanjut Umar.

"Maaf Amirul Mukminin," sergah kedua pemuda masih dengan mata marah menyala,

"Kami sangat menyayangi ayah kami, dan kami tidak akan ridha jika jiwa belum dibalas dengan jiwa".

Umar semakin bimbang, di hatinya telah tumbuh simpati kepada si pemuda lusuh yang dinilainya amanah, jujur, dan bertanggung jawab.

Tiba-tiba si pemuda lusuh berkata :
"Wahai Amirul Mukminin, tegakkanlah hukum Allah, laksanakanlah qishash atasku. Aku ridha dengan ketentuan Allah", ujarnya dengan tegas.

"Namun, izinkan aku menyelesaikan dulu urusan kaumku. Berilah aku tangguh 3 hari. Aku akan kembali untuk diqishash".

"Mana bisa begitu?", ujar kedua pemuda yang ayahnya terbunuh.

"Nak, tak punyakah kau kerabat atau kenalan untuk mengurus urusanmu?", tanya Umar.

"Sayangnya tidak ada, Amirul Mukminin".
"Bagaimana pendapatmu jika aku mati membawa hutang pertanggung jawaban kaumku bersamaku?", pemuda lusuh balik bertanya kepada Umar.

"Baik, aku akan memberimu waktu tiga hari. Tapi harus ada yang mau menjaminmu, agar kamu kembali untuk menepati janji." kata Umar.

"Aku tidak memiliki seorang kerabatpun di sini. Hanya Allah, hanya Allah-lah penjaminku wahai orang-orang beriman", rajuknya.

Tiba-tiba dari belakang kerumunan terdengar suara lantang :
"Jadikan aku penjaminnya, wahai Amirul Mukminin".

Ternyata Salman al-Farisi yang berkata.

"Salman?" hardik Umar marah.
"Kau belum mengenal pemuda ini, Demi Allah, jangan main-main dengan urusan ini".

"Perkenalanku dengannya sama dengan perkenalanmu dengannya, yaa, Umar. Dan aku mempercayainya sebagaimana engkau percaya padanya", jawab Salman tenang.

Akhirnya dengan berat hati, Umar mengizinkan Salman menjadi penjamin si pemuda lusuh. Pemuda itu pun pergi mengurus urusannya.

Hari pertama berakhir tanpa ada tanda-tanda kedatangan si pemuda lusuh. Begitupun hari kedua. Orang-orang mulai bertanya-tanya apakah si pemuda akan kembali. Karena mudah saja jika si pemuda itu menghilang ke negeri yang jauh.

Hari ketiga pun tiba. Orang-orang mulai meragukan kedatangan si pemuda, dan mereka mulai mengkhawatirkan nasib Salman, salah satu sahabat Rasulullah S.A.W. yang paling utama.

Matahari hampir tenggelam, hari mulai berakhir, orang-orang berkumpul untuk menunggu kedatangan si pemuda lusuh. Umar berjalan mondar-mandir menunjukkan kegelisahannya. Kedua pemuda yang menjadi penggugat kecewa karena keingkaran janji si pemuda lusuh.

Akhirnya tiba waktunya penqishashan. Salman dengan tenang dan penuh ketawakkalan berjalan menuju tempat eksekusi. Hadirin mulai terisak, karena menyaksikan orang hebat seperti Salman akan dikorbankan.

Tiba-tiba di kejauhan ada sesosok bayangan berlari terseok-seok, jatuh, bangkit, kembali jatuh, lalu bangkit kembali.

”Itu dia!” teriak Umar.
“Dia datang menepati janjinya!”.

Dengan tubuhnya bersimbah peluh dan nafas tersengal-sengal, si pemuda itu ambruk di pangkuan Umar.

”Hh..hh.. maafkan.. maafkan.. aku, wahai Amirul Mukminin..” ujarnya dengan susah payah,
“Tak kukira... urusan kaumku... menyita... banyak... waktu...”.
”Kupacu... tungganganku... tanpa henti, hingga... ia sekarat di gurun... Terpaksa... kutinggalkan... lalu aku berlari dari sana..”

”Demi Allah”, ujar Umar menenanginya dan memberinya minum,

“Mengapa kau susah payah kembali? Padahal kau bisa saja kabur dan menghilang?” tanya Umar.

”Aku kembali agar jangan sampai ada yang mengatakan... di kalangan Muslimin... tak ada lagi ksatria... menepati janji...” jawab si pemuda lusuh sambil tersenyum.

Mata Umar berkaca-kaca, sambil menahan haru, lalu ia bertanya :
“Lalu kau, Salman, mengapa mau- maunya kau menjamin orang yang baru saja kau kenal?"

Kemudian Salman menjawab :
" Agar jangan sampai dikatakan, dikalangan Muslimin, tidak ada lagi rasa saling percaya dan mau menanggung beban saudaranya”.

Hadirin mulai banyak yang menahan tangis haru dengan kejadian itu.

”Allahu Akbar!”, Tiba-tiba kedua pemuda penggugat berteriak.

“Saksikanlah wahai kaum Muslimin, bahwa kami telah memaafkan saudara kami itu”.

Semua orang tersentak kaget.

“Kalian...” ujar Umar.
“Apa maksudnya ini? Mengapa kalian..?” Umar semakin haru.

Kemudian dua pemuda menjawab dengan membahana :
”Agar jangan sampai dikatakan, di kalangan Muslimin tidak ada lagi orang yang mau memberi maaf dan sayang kepada saudaranya”.

”Allahu Akbar!” teriak hadirin.

Pecahlah tangis bahagia, haru dan sukacita oleh semua orang.
MasyaAllah..., saya bangga menjadi muslim bersama kita ksatria-ksatria muslim yang memuliakan al islam dengan berbagi pesan nasehatnya untuk berada dijalan-Nya.

Perdebatan Yang Sebaiknya Dihindari

Pemalang.pks.id - Imam Syafi’i adalah adalah seorang ulama besar yang banyak melakukan dialog dan pandai dalam berdebat. Sampai-sampai Harun bin Sa’id berkata: “Seandainya Syafi’i berdebat untuk mempertahankan pendapat bahwa tiang yang pada aslinya terbuat dari besi adalah terbuat dari kayu niscaya dia akan menang, karena kepandainnya dalam berdebat”.

Imam Syafi’i berkata : “Aku tidak pernah berdebat untuk mencari kemenangan”

Imam Syafi’i berkata : “Aku mampu berhujjah dengan 10 orang yang berilmu, tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, karena orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu”

Oleh karenanya Imam Syafi’i menasehatkan “Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi. Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”

Iman Syafi’i juga menasehatkan, “Apabila ada orang bertanya kepadaku,“jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ??”
Jawabku kepadanya : “Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya.”
“Sikap diam terhadap orang yang bodoh adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan”
“Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??”

Nasehat Imam Syafi’i yang lainnya “Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek, maka aku tidak ingin untuk menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah lembut, seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi”

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah bersabda: “Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” [HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Tidak ada satu kaum yang tersesat setelah mendapat petunjuk, melainkan karena mereka suka berjidal.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat: “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yg suka bertengkar. (QS Az-Zuhruf [43]: 58 )” (HR. At-Tirmidzi no. 3253, Ibnu Majah dan Ahmad)

Imam Malik rahimahullah, berkata: “Berjidal adalah menghilangkan cahaya ilmu dan mengeraskan hati, serta menyebabkan permusuhan.” (Ibnu Rajab, Fadhlu Ilmi salaf ‘alal Khalaf: 35)

Kesimpulannya perdebatan yang harus dihindari adalah perdebatan dengan orang-orang yang memperturutkan hawa nafsu.

Firman Allah ta’ala yang artinya

“..Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah”.(QS Shaad [38]:26)

“Katakanlah: “Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS An’Aam [6]:56)

Perdebatan Yang Sebaiknya Dihindari

Pemalang.pks.id - Imam Syafi’i adalah adalah seorang ulama besar yang banyak melakukan dialog dan pandai dalam berdebat. Sampai-sampai Harun bin Sa’id berkata: “Seandainya Syafi’i berdebat untuk mempertahankan pendapat bahwa tiang yang pada aslinya terbuat dari besi adalah terbuat dari kayu niscaya dia akan menang, karena kepandainnya dalam berdebat”.

Imam Syafi’i berkata : “Aku tidak pernah berdebat untuk mencari kemenangan”

Imam Syafi’i berkata : “Aku mampu berhujjah dengan 10 orang yang berilmu, tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, karena orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu”

Oleh karenanya Imam Syafi’i menasehatkan  “Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi. Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”

Iman Syafi’i juga menasehatkan,  “Apabila ada orang bertanya kepadaku,“jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ??”
Jawabku kepadanya : “Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya.”
“Sikap diam terhadap orang yang bodoh adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan”
“Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??”

Nasehat Imam Syafi’i yang lainnya  “Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek, maka aku tidak ingin untuk menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah lembut, seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi”

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah bersabda: “Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” [HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Tidak ada satu kaum yang tersesat setelah mendapat petunjuk, melainkan karena mereka suka berjidal.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat: “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yg suka bertengkar. (QS Az-Zuhruf [43]: 58 )” (HR. At-Tirmidzi no. 3253, Ibnu Majah dan Ahmad)

Imam Malik rahimahullah, berkata:  “Berjidal adalah menghilangkan cahaya ilmu dan mengeraskan hati, serta menyebabkan permusuhan.” (Ibnu Rajab, Fadhlu Ilmi salaf ‘alal Khalaf: 35)

Kesimpulannya perdebatan yang harus dihindari adalah perdebatan dengan orang-orang yang memperturutkan hawa nafsu.

Firman Allah ta’ala yang artinya

“..Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah”.(QS Shaad [38]:26)

“Katakanlah: “Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS An’Aam [6]:56)

Jumat, 26 Februari 2016

Negara Autopilot, Saatnya Arah Pembangunan Nasional Dievaluasi

Anggota FPKS MPR RI Gamari Soetrisno (kanan).
Anggota FPKS MPR RI Gamari Soetrisno (kanan).
Pemalang.pks.id - Pembangunan nasional yang berjalan saat ini dinilai banyak pihak berlangsung tanpa visi dan arah kebangsaan yang jelas. Pembangunan nasional perlu dievaluasi apakah sudah sesuai cita-cita UUD 1945.
Anggota FPKS MPR RI Gamari Soetrisno berpendapat, perlunya evaluasi terhadap capaian-capaian dari UU No 25 tahun 2004 dan UU no 17 tahun 2007 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, yang dituangkan dalam bentuk Rancangan Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025.
"RPJPN sebagai pengganti GBHN ini sudah berjalan 10 tahun sampai hari ini. Bagaimana capaian pembangunan? Sesuai target dan harapan UUD, atau banyak yang gagal? Apakah tujuan reformasi tercapai dengan RPJPN ini?" ujar Gamari dalam siaran persnya, Rabu (24/2).
Dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (23/2/2016) malam Gamari mengatakan, pemerintah harus terbuka dan melakukan sosialisasi yang intensif soal RPJPN di masyarakat dan capaian-capaiannya. Sebab lanjut dia, realisasi RPJPN belum dirasakan masyarakat sepenuhnya dan menilai pembangunan saat ini kehilangan arah dan identitas nasional, serta kerap dinilai autopilot.
"Ya wajar saja. Karena yang dirasakan saat ini Indonesia pasca reformasi makin liberal, dan fungsi negara tidak dirasakan. Di mana identitas pembangunan nasional yang menjunjung tinggi kebangsaan?" katanya.
Dia mencontohkan kebijakan pembangunan nasional dalam bidang ekonomi banyak yang bertentangan dengan pasal 33 UUD karena penguasaan sumber daya alam lebih besar oleh kepentingan asing daripada negara. Contoh lain, program pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang menuai protes dari masyarakat luas.
Apalagi lanjut dia, dunia saat ini berkembang dinamis. Indonesia sudah memasuki era kerjasama ekonomi regional dan internasional yang cenderung liberal. Gamari juga mengkritisi janji-janji pembangunan nasional saat kampanye oleh pemerintah yang tidak terealisasi.
"Ganti presiden, ganti prioritas pembangunan nasional. Pijakannya adalah janji kampanye, bukan lagi haluan dasar pembangunan nasional. Itupun kalau janjinya ditepati. Jadi dievaluasi saja, seberapa besar capaian pembangunan saat ini sesuai RPJPN dan UUD? berkesinambungan atau tidak? Jika tidak, lebih baik pertimbangkan hidupkan lagi model GBHN," kata mantan sekretaris Dirjen Radio dan Televisi Depertemen Penerangan ini.
Sebab menurutnya, model GBHN yang dilakukan pemerintah Orde Baru lebih memberikan arah pembangunan yang lebih jelas dan terukur. Karena sebagai pijakan dasar, maka kedudukan GBHN perlu diperkuat dengan mereposisikan kembali MPR.
"Dengan GBHN, Indonesia swasembada pertanian hingga dipandang kemajuan pembangunan siap tinggal landas jika tidak diterpa krisis. Tentu banyak kekurangan. Tapi ambil yang baik dari GBHN, buang yang keliru," kata Gamari.
Empat Pilar MPR diikuti seluruh kader dan simpatisan PKS se-kabupaten Grobogan. Tampak hadir Ketua DPD PKS Kabupaten Grobogan Suranto, anggota DPRD Kabupaten Grabogan Amin Rais dan Ahmad Siddik.

sumber :republika.online

Rabu, 17 Februari 2016

Amanah Adalah Ujian Kapasitas

Pkspemalang.org - Setiap kalian adalah pemimpin, akan diminta pertanggungjawaban apa yang dipimpinnya.
Allah telah memilih ikhwah sekalian dalam barisan ini untuk menerima beban.
"Tidak dibebani, kecuali sesuai kapasitas yang dimiliki", terang Suwarso.
Maka tinggal kemampuan menggali kapasitas diri, dan memanfaatkan kapasitas di lingkungan.
Dalam kisah perjanjian Hudaibiyah, para sahabat tak percaya akan putusan rosulullah.
"Apakah engkau Rosulullah" tanya sahabat, "Bukankah kita muslim yang akan ditolong Allah Swt", tanya sahabat lagi, seperti di ceritakan Ketua DPD PKS Pemalang ini.
Tak yakin atas keputusan Rosulullah, lanjut Suwarso, para sahabat terdiam.  Saat tibanya untuk memotong hewan qurban, mereka terdiam.
Hingga rosul kemudian memotong hewan kurbannya, sehingga para sahabat mengikutinya.
Keteladanan....itulah ibroh dari peristiwa tersebut. Sebagai junud percaya kepada qiyadah. Dan qiyadah harus selalu tampilkan keteladanan.
"Mari bersinergi dan saling melengkapi dalam menjalankan target-target kita", harap dia.(humas)

Selasa, 02 Februari 2016

Berkhidmat Untuk Umat, Jatidiri Pemimpin PKS

Pkspemalang.org -  Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Salim Segaf Al-Jufrie menegaskan jatidiri kader PKS yang harus senantiasa berkhidmat untuk umat. Bahkan dalam posisi sebagai pemimpin pun adalah dalam rangka berkhidmat.
image
Ketua Majelis Syuro PKS saat memberikan taujihad di depan ribuan kader PKS di Hotel Grasia Semarang, Ahad (31/1/2016)
"Rasulullah berpesan pemimpin sejati adalah yang sanggup melayani rakyatnya," tandasnya saat memberikan sambutan di Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PKS Jawa Tengah (Jateng) di Hotel Grasia Semarang, Minggu (31/1/2016).
Menurutnya seorang pemimpin harus mampu melihat dan merasakan kesulitan rakyat yang dipimpinnya. Dengan demikian hatinya akan terpanggil untuk senantiasa melayani dan menyelamatkan rakyat dari jurang keterpurukan.
"Seorang pemimpin yang baik akan menjadikan dirinya teladan bagi siapa pun untuk melakukan hal yang sama, yaitu melayani kebutuhan rakyat," terangnya.
Selain berkhidmat, Habib Salim juga menekankan pentingnya harmoni ditengah umat. Ia menghimbau kepada seluruh kader PKS untuk menjaga adab dan akhlak ditengah masyarakat. "Jangan sampai masyarakat takut dan memandang curiga kiprah dan karya PKS. Perlu kita tegaskan kepada masyarakat bahwa PKS bukan ancaman bagi mereka," tandasnya.

PKS Komitmen Nguri-uri Karakter Njawani






Pkspemalang.org -  Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Jawa Tengah (Jateng) KH Kamal Fauzi menekankan seluruh kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng untuk lebih menerapkan nilai-nilai jawa dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu disampaikan disela-sela Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PKS Jateng di Hotel Grasia Semarang, Ahad (31/1/2016).
image
Ketua DPW PKS Jateng, KH Kamal saat memberikan sambutan dalam acara Rakorwil PKS di Hotel Grasia, Ahad (31/1/2016)
"Nilai njawani harus menjadi karakter kader PKS di Jateng. Selama ini ada anggapan bahwa PKS itu seragam dari pusat hingga daerah, padahal tidak seperti itu," ungkap Pengasuh Pondok Pesantren Ma'ahid Kudus itu.
Menurutnya ada beberapa nilai luhur jawa yang kemudian menjadi sangat identik dengan perjuangan PKS. Diantaranya adalah nilai kebersamaan (gotong royong) dan rendah hati (andhap asor).
"Kader PKS juga harus memperhatikan unsur-unsur lingkungan masyarakat yang ada. Setiap ide-ide kebaikan, maka itu untuk kebaikan bersama tanpa harus mengganggu keseimbangan yang ada," lanjutnya.
Kamal menambahkan selain memiliki jiwa njawani, kader PKS juga harus peka melihat kondisi dan permasalahan masyarakat di sekitarnya. Ia menekankan bahwa jatidiri kader PKS adalah untuk berkhidmat untuk ummat. Prinsip berkhidmat untuk ummat ini menuntut kader untuk berlomba-lomba memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk ummat, almubadaratu bil khoirat.
"Seluruh kader harus berkiprah dan memberikan suasana yang kondusif serta konstruktif di masyarakat. Meskipun di strata sosial masyarakat dirinya tidak memiliki posisi apa-apa," terangnya.
Rakorwil merupakan agenda penajaman program-program PKS Jateng yang dihadiri oleh seluruh perwakilan Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS di Jateng. Ada empat fokus pembahasan Rakorwil PKS Jateng, diantaranya pengelolaan partai dan kehumasan, pendidikan politik, fokus ketahanan keluarga, pelayanan dan advokasi, dan  agenda politik PKS kedepan.
 
Copyright © 2014 PKS Pemalang | Distributed By Blogspot Templates | Designed By OddThemes