DO NOT MISS

Kamis, 31 Maret 2016

Lewat Musrenbang, Harap Pemalang Lebih Transparan dan Partisipatif


Pemalang.pks.id-Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Pemalang mengapresiasi dihelatnya Musyawarah Perncanaan Pembangunan (Musrenbang) 2016 Kabupaten Pemalang. Sudah sepantasnya pembangunan Pemalang  dilakukan secara partisipatif dan transparan.

Solichin SAg, Aleg PKS Dapil II, mengatakan meskipun partisipasi belum maksimal, tetapi usulan yang terangkum dari musrenbang tingkat Desa dan Kecamatan telah terhimpun. Sehingga harus dapat semaksimal mungkin dilaksanakan.

"Agar dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Pemalang," terang Solichin Rabu (30/3)

Sejatinya, lanjut Solichin, Musrenbang tersebut merupakan pendekatan pembangunan dengan melibatkan akar rumput (grassroot). Efek yang diharapkan adalah agar masyarakat tumbuh rasa  memiliki atas proyek-proyek pembangunan berbasis warga, mengembangkan dan memelihara lembaga-lembaga demokrasi dan mengurangi konflik kepentingan. 

"Sehingga yang diharapkan bersama-sama adalah setiap tujuan-tujuan pembangunan KAbupaten Pemalang  tercapai dan  berkelanjutan," ungkapnya lagi.

Solichin berharap partisipasi masyarakat semakin tinggi sehingga berbagai prakarsa  masyarakat dapat diakomodir. 
" Dan  Pemalang menjadi kabupaten yang transparan dan partisipatif dalam pembangunan," pungkas dia.

Rabu, 30 Maret 2016

Jadilah Kitab Walau Tanpa Judul



[Taujihat Ustadz Hilmi Aminudin]



Kun kitaaban mufiidan bila ‘unwaanan, wa laa takun ‘unwaanan bila kitaaban. Jadilah kitab yang bermanfaat walaupun tanpa judul. Namun, jangan menjadi judul tanpa kitab.
Pepatah dalam bahasa Arab itu menyiratkan makna yang dalam, terutama menyangkut kondisi bangsa saat ini yang sarat konflik perebutan kekuasaan dan pengabaian amanah oleh pemimpin-pemimpin yang tidak menebar manfaat dengan jabatan dan otoritas yang dimilikinya. Bangsa ini telah kehilangan ruuhul jundiyah, yakni jiwa ksatria. Jundiyah adalah karakter keprajuritan yang di dalamnya terkandung jiwa ksatria sebagaimana diwariskan pejuang dan ulama bangsa ini saat perjuangan kemerdekaan.

Semangat perjuangan (hamasah jundiyah) adalah semangat untuk berperan dan bukan semangat untuk mengejar jabatan, posisi, dan gelar-gelar duniawi lainnya (hamasah manshabiyah). Saat ini, jiwa ksatria itu makin menghilang. Sebaliknya, muncul jiwa-jiwa kerdil dan pengecut yang menginginkan otoritas, kekuasaan, dan jabatan, tetapi tidak mau bertanggungjawab, apalagi berkurban. Yang terjadi adalah perebutan jabatan, baik di partai politik, ormas, maupun pemerintahan. Orang berlomba-lomba mengikuti persaingan untuk mendapatkan jabatan, bahkan dengan menghalalkan segala cara. Akibatnya, di negeri ini banyak orang memiliki “judul”, baik judul akademis, judul keagamaan, judul kemiliteran, maupun judul birokratis, yang tanpa makna. Ada judulnya, tetapi tanpa substansi, tanpa isi, dan tanpa roh.
Padahal, ada kisah-kisah indah dan heroik berbagai bangsa di dunia. Misalnya, dalam Sirah Shahabah, disebutkan bahwa Said bin Zaid pernah menolak amanah menjadi gubernur di Himsh (Syria). Hal ini membuat Umar bin Khattab RA mencengkeram leher gamisnya seraya menghardiknya, “Celaka kau, Said! Kau berikan beban yang berat di pundakku dan kau menolak membantuku.” Baru kemudian, dengan berat hati, Said bin Zaid mau menjadi gubernur.
Ada lagi kisah lain, yaitu Umar bin Khattab memberhentikan Khalid bin Walid pada saat memimpin perang. Hal ini dilakukan untuk menghentikan pengultusan kepada sosok panglima yang selalu berhasil memenangkan pertempuran ini. Khalid menerimanya dengan ikhlas. Dengan singkat, ia berujar, “Aku berperang karena Allah dan bukan karena Umar atau jabatanku sebagai panglima.” Ia pun tetap berperang sebagai seorang prajurit biasa. Khalid dicopot “judul”-nya sebagai panglima perang. Namun, ia tetap membuat “kitab” dan membantu menorehkan kemenangan.
Ibrah yang bisa dipetik dari kisah-kisah tersebut adalah janganlah menjadi judul tanpa kitab; memiliki pangkat, tetapi tidak menuai manfaat. Maka, ruuhul jundiyah atau jiwa ksatria yang penuh pengorbanan harus dihadirkan kembali di tengah bangsa ini sehingga tidak timbul hubbul manaashib, yaitu cinta kepada kepangkatan, jabatan-jabatan, bahkan munafasah ‘alal manashib, berlomba-lomba untuk meraih jabatan-jabatan. Semoga!!

F-PKS Angkat Pengentasan Kemiskinan dan Permodalan Usaha

Pemalang.pks.id Fraksi PKS DPRD Pemalang membawa usulan masyarakat Pemalang yang dihimpun melalui kegiatan Reses Anggota legislatif PKS Masa Sidang I tahun 2015-2016. Lima anggota dewan PKS ini turun langsung ke dapilnya masing-masing. 
Selain usulan fisik, beberapa usulan yang muncul dari masyarakat meliputi permodalan usaha kecil, kemiskinan dan pembangunan sektor pertanian.

"Usulan masyarakat melalui Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Kabupaten Pemalang semoga bisa menjadikan bahan pertimbangan dalam proses pembangunan di Kabupaten Pemalang," tandas Daliwan.

Berikut usulan dari masyarakat berupa 24 usulan  permodalan usaha kecil, 8 poin usulan pengentasan kemiskinan dan 6 soal pembangunan sektor pertanian.



1.      Kredit usaha rakyat / Permodalan usaha kecil.
1)      Pelatihan ketrampilan berusaha bagi Karang Taruna, Desa Banyumudal, Kecamatan Moga
2)      Bantuan budidaya ternak kambing/ domba untuk pemuda /karang taruna, Desa Belik, Kecamatan Belik.
3)      Pelatihan Berwirausaha bagi kaum muda, Desa Bodas Kecamatan Watukumpul
4)      Penataan pasar  Desa Bodas Kecamatan Watukumpul
5)      Pemberian modal bagi usaha kecil Desa Bodas Kecamatan Watukumpul
6)      Pembinaan kelompok usaha kecil dalam pemasaran produk hasil usaha Desa Bodas Kecamatan Watukumpul
7)      Pelatihan ketrampilan berusaha bagi masyarakat kurang mampu, Desa Cikadu, Kecamatan Warungpring
8)      Penataan Pasar desa Desa Cikadu, Kecamatan Warungpring
9)      Penyuluhan Pemuda Kreatif Desa Cikadu, Kecamatan Warungpring
10)  Bantuan pemberdayaan karang taruna, Desa Bongas Kecamatan Watukumpul
11)  Penataan pasar desa Desa Bongas  Kecamatan Watukumpul
12)  Pembinaan untuk pengrajin anyaman bambu, terutama dalam hal inovasi dan pemasarannya; Desa Warungpring, Kec. Warungpring.
13)  Bantuan budidaya ternak Lele untuk pemuda karang taruna, Desa Bontekan ulujami
14)  Bantuan usaha kecil buat keluarga Petani dan Nelayan, Kertosari Ulujami
15)  Bantuan Budidaya ternak kambing bagi masyarakat, Kertosari Ulujami
16)  Bantuan dana budidaya Ikan air tawar, Kertosari Ulujami
17)  Desa Gandu Kecamatan Comal
18)  Pelatihan ketrampilan berusaha bagi masyarakat kurang mampu, Desa Gandu Kecamatan Comal
19)  Bantuan benih padi bagi petani miskin di Desa Gintung, comal.
20)  Pembinaan kelompok usaha kecil dalam pemasaran produk hasil usaha, Desa Gintung, comal.
21)  Pemberian modal bagi usaha kecil, Desa Sikayu  Kecamatan Comal
22)  Bantuan benih padi bagi petani miskin, Desa Sikayu  Kecamatan Comal
23)  Pembinaan kelompok usaha kecil dalam pemasaran produk hasil usaha, Desa Jraganan Kecamatan Bodeh
24)  Pemberian modal bagi petani Sawah, Desa Gandu Kecamatan Comal

2.      Pola pengentasan kemiskinan
1)       Rehab Rumah Tidak Layak Huni, Desa Banyumudal, Kecamatan Moga
2)      Rehab rumah tidak layak huni bagi warga tidak mampu, Desa Belik Kecamatan Belik
3)      Perbaikan rumah tidak layak huni, Desa Bongas Kecamatan Watukumpul
4)      Rehab rumah menjadi layak huni di Desa Widodaren, Kec. Petarukan.
5)      Rehab rumah tidak layak huni bagi warga kurang mampu, Botekan, ulujami
6)      Rehab rumah tidak layak huni bagi warga kurang mampu desa kertosari, ulujami
7)      Rehab rumah tidak layak huni bagi warga kurang mampu, desa gandu, ulujami
8)      Rehab rumah tidak layak huni bagi warga tidak mampu, Desa Sikayu, Ulujami

3.      Pembangunan Sektor pertanian.
1)      Penyehatan kelompok tani, Desa Cikadu, Watukumpul
2)      Bantuan alat pertanian seperti: Traktor, Pompa air, dll, Desa Gintung ( Kecamatan Comal
3)      Bantuan ternak untuk Petani Ternak, Desa Pakembaran
4)      Bantuan ternak untuk Petani Ternak, Desa Cibuyur
5)      Operasi Kelangkaan Pupuk Petani di Desa Pegiringan
6)      Pelatihan dan sosialisasi Dinas Pertanian ke Petani Desa Mereng terkait pengelolaan  tanah legok yang produktifitasnya berkurang menghasilkan.

55 Usulan Fisik dari Masyarakat diusulkan Fraksi PKS


Pemalang.pks.id - Fraksi PKS DPRD Pemalang membawa usulan masyarakat Pemalang dalam hal pembangunan fisik. Usulan tersebut dihimpun dari kegiatan Reses Anggota legislatif PKS Masa Sidang I tahun 2015-2016 ke dapilnya masing-masing. 




Aleg FPKS dapil III Petarukan- Ampelgading, Daliwan SPd, mengatakan ada 35 poin usulan terkait dengan pembangunan jalan antar desa dan kecamatan dan 12 poin usulan pembangunan saluran air ke sungai utama, dan 10 poin perbaikan dan pembangunan jembatan dan normalisasi sungai.
Semua masukan dan saran dari masyarakat melalui Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini, lanjut daliwan, diharapkan Pemerintah Daerah untuk segera mengupayakan dan merealisasikanya sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat.

"Usulan masyarakat melalui Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPRD Kabupaten Pemalang semoga bisa menjadikan bahan pertimbangan dalam proses pembangunan di Kabupaten Pemalang," tandas Daliwan.

berikut usulan fisik dari masyarakat tersebut : 


1.      Pembangunan dan Perbaikan Jalan antar desa dan kecamatan
1)      Makadam dan pengaspalan jalan penghubung antardesa Dukuh Pengadegan Desa Pener dengan Dukuh Karangsuci Desa penggarit sepanjang 1000 m.
2)      Pengaspalan jalan desa lapangan desa Sokawangi sepanjang 700 m.
3)      Pengaspalan jalan penghubung antardesa di Dukuh Bantarpanjang, Sukowangi – Kejambon spanjang 700 m.
4)      Pengaspalan jalan benteng sepanjang kali waluh dusun Gedugan-Silanjar sepanjang 1500 m.
5)      Pengaspalan jalan penghubung antardesa Kejambon-Penggarit sepanjang 1000 m.
6)      Pengaspalan jalan poros desa Kejambon sepanjang 800 m.
7)      Pengaspalan jalan antara dukuh Karang Talun, Silanjar, dan Karangsembung di Desa Jebed Selatan sepanjang 2000 m.
8)      Betonisasi jalan antar desa Jebed Selatan-Sungapan seepanjang 100 meter
9)      Pengaspalan jalan poros desa dari TMP sampai Balaidesa Penggarit.
10)  Makadam jalan lingkungan nelayan Asemdoyong Dusun I dan II sepanjang 1000 m.
11)  Pengaspalan jalan antar desa Asemdoyong-Desa Nyamplungsari sepanjang 1000 m.
12)  Pembangunan Jalan-jalan masuk gang, Desa Banyumudal, Kecamatan Moga.
13)  Peningkatan jalan tembus desa bodas pedagung, Desa Bodas, Kecamatan Watukumpul
14)  Pembangunan Jalan dari Rt 5 Sampai dengan Rt 11, Desa Bodas, Kecamatan Watukumpul
15)  Pengaspalan Jalan ke dukuh karangsempu, Desa Bodas, Kecamatan Watukumpul
16)   Perbaaikan jalan ke dukuh kaliduren, Desa Bodas, Kecamatan Watukumpul
17)  Pengaspalan jalan utama yang Rusak desa Cawet, Desa Bodas, Kecamatan Watukumpul
18)   Pembangunan jalan dukuh rasban, Desa Cikadu, Watukumpul
19)   Pembangunan jalan Desa dari balai desa Cikadu menuju jalan bongas
20)  Pengaspalan jalan di dukuh megalamat menuju balai desa Bongas, Watukumpul.
21)   Pengaspalan jalan Siranti, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul
22)   Penerangan jalan Desa Belik, Kecamatan Belik
23)  Penanaman tananman keras di sepanjang jalan utama, Desa Bodas, Kecamatan Watukumpul
24)   Pengaspalan Jalan RT 2 RW 7 Desa Kendalsari, Kecamatan Petarukan.
25)   Perbaikan Jalan antar Desa Botekan, UlujamiDesa Sidorejo  yang rusak Parah.
26)   Perbaikan jalan Sri Panembah, Rt.04 / 01 Desa Botekan, ulujami.Perbaikan jalan Raya Kertosari, ulujamiBlendung yang rusak.
27)  Perbaikan Jalan menuju Pantai Kertosari, ulujami
28)  Bantuan Lampu Jalan Raya, Desa Gandu Kecamatan Comal
29)  Penambahan Lampu Jalan Raya Desa Gintung menuju Stadion Jatidiri Comal karena gelap dan rawan kejahatan.
30)  Perbaikan pengaspalan jalan masuk Desa Sikayu, Kecamatan Comal
31)  Bantuan penerangan (listrik) di fasilitas umum seperti Tempat Pemakaman Umum Desa Mereng
32)  Perbaikan jalan di RT 09 Desa Mereng
33)  Perbaikan sarana & prasarana jalan desa Pakembaran
34)  Perbaikan sarana & prasarana jalan desa Cibuyur
35)  perbaikan jalan Sistem Jalan Terpadu antara Drainase dan jalan Desa Pegiringan

2.      Pembangunan Selokan / Saluran air menuju sungai utama.
1)      Drainase lingkungan RT07-RT04/ RW 04 Dukuh Pengadegan Desa Pener, Kecamatan Taman.
2)      Pembangunan drainase di Desa Petanjungan Kec. Petarukan
3)      Perbaikan Drainase di lingkungan TPI Asemdoyong, Taman.
4)      Perbaikan saluran irigasi dusun Cawet, Desa Cawet Kecamatan Watukumpul
5)      Rehabilitasi saluran drainase/gorong-gorong desa, Desa Cikadu, Watukumpul
6)      Rehabilitasi saluran irigasi Desa Botekan, ulujami
7)      Pembuatan saluran drainase di Desa Gintung, comal
8)      Perbaikan saluran irigasi Desa Sikayu, comal
9)      Pembangunan Saluran pembuangan air limbah rumah tangga jraganan, Bodeh
10)  Rehabilitasi saluran drainase/ Gorong-gorong, jraganan, bodeh
11)  Pembuatan drainase dan senderan di RT 07 dan 08, Desa Mereng
12)   Perbaikan irigasi Desa Pakembaran

3.      Pembangunan Jembatan dan normalisasi sungai.
1)      Penguatan dan pelebaran Jembatan Sileis di Bendungan Sungapan sebagai jalan masuk desa.
2)      Penguatan dan pelebaran jembatan Merah (bekas rel PG. Sumberharjo) sebagai penghubung Desa Penggarit, Kejambon, Sokawangi dan Jebed Selatan.
3)      Pembangunan Talud Di Sepanjang Sungai Tembreh, Desa Bodas Kecamatan Watukumpul.
4)      Pembangunan Bronjong penahan longsor di kadus 3, Desa Bodas Kecamatan Watukumpul
5)      Perbaikan jembatan dukuh karangtengah penusupan RT 6, Desa Bodas Kecamatan Watukumpul
6)      Pengamanan tebing dukuh siranti Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul
7)      Pembangunan talud Sungai Desa Gandu, comal
8)      Pembuatan Talud / sender sungai Desa Gintung, comal
9)      Pembangunan tanggul Sungai comal Desa Jraganan, bodeh untuk mencegah erosi
10)  Pembangunan jembatan Desa Cibuyur
 
Copyright © 2014 PKS Pemalang | Distributed By Blogspot Templates | Designed By OddThemes