![]() |
| Anggota Komisi VI DPR RI Rizal Bawazier saat meninjau lokasi banjir rob, kerusakan jalan, dan lahan pertanian terdampak di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Foto: Ist/vel |
Keluhan warga soal banjir rob,
jalan rusak dan kerusakan lahan di Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, Jawa
Tengah, mendapat perhatian khusus dari Anggota Komisi VI DPR RI Rizal Bawazier.
Beberapa masalah diungkapkan oleh
para kepala desa dan warga, seperti banjir akibat air laut yang meluap, akses
jalan yang rusak sampai lahan pertanian yang tergenang air.
Dalam keterangan kepada
Parlementaria, di Jakarta, Minggu (26/10/2025), kegiatan reses ini dihadiri
sejumlah kepala desa di Kecamatan Ulujami, antaranya Kades Kertosari, Blendung,
Kaliprau, Samong, dan beberapa kepala desa di kecamatan paling timur Kabupaten
Pemalang.
Kepala Desa Kertosari,
Supriyanto, dalam pertemuan dengan Rizal Bawazier menyampaikan keluhan terkait
banyaknya lahan pertanian yang tenggelam akibat banjir rob.
“Kami mengalami masalah, banjir
rob sampai ke pemukiman. Yang paling parah adalah Desa Blendung, karena hampir
semua pemukiman tergenang air rob. Untuk lahan pertanian, hampir semua tidak
bisa ditanami, khususnya di Kertosari hanya 20 persen yang bisa ditanami,
sedangkan untuk tambak hampir semua tidak bisa beroperasi,” keluhnya dalam
kegiatan reses Rizal Bawazier di komplek Pantai Kertosari, Ulujami, Kamis
(23/10/2025).
Menanggapi keluhan dari para
perwakilan kepala desa, Rizal Bawazier langsung menindaklanjuti aspirasi
tersebut. “Untuk daerah Ulujami, Pemalang, Pekalongan kota, dan Batang di
sebelah barat, saya minta di 2026 segera dibangun tanggul raksasa,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rizal berjanji akan
terus mendorong pemerintah untuk segera mewujudkan proyek penanggulangan banjir
rob tersebut.
“Kita fokus ke Menteri AHY
karena program ini merupakan program presiden ke presiden, pak Agus Harimurti
Yudhoyono (AHY) sebagai menteri koordinator bidang infrastruktur dan
pembangunan kewilayahan. Kita terus mendorong agar diutamakan. Kita tidak mau
pakai mangrove, kita mau jenis tanggul atau Giant Sea Wall (GSW),” terang
Anggota Komisi VI DPR RI ini.
Masalah dana untuk membangun
tanggul raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) yang sedang dibicarakan, Rizal
Bawazier menyatakan bahwa dana bisa berasal dari APBN atau dari investor.
“Reklamasi untuk mencegah rob
ini, dana nya berasal dari APBN atau investor, jadi jika ada dari investor,
biasanya ada manfaat yang bisa dinikmati oleh investor itu sendiri, jadi tidak
hanya sekadar membangun tanggul di pesisir pantai, apa yang bisa diharapkan
oleh investor itu yang sedang dipertimbangkan,” jelas Rizal.
“Manfaat yang bisa dimanfaatkan di sepanjang jalur rob ini sebenarnya cukup banyak, misalnya seperti kawasan industri atau kawasan rekreasi yang bisa dimanfaatkan oleh investor tersebut,” tutupnya. (rdn)
sumber : dpr.go.id
