PEMALANG – Jumat pagi (31/7/2026) terasa berbeda dan penuh pesona di Kabupaten Pemalang. Jalanan diramaikan oleh keanggunan ratusan perempuan yang membalut diri dalam busana tradisional kebaya, berjalan menyusuri jalanan kota. Mereka berpartisipasi dalam acara Parade Kebaya yang diselenggarakan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Pemalang.
Acara meriah ini digelar secara khusus sebagai wujud pelestarian budaya sekaligus memperingati Hari Kebaya Nasional tahun 2026 di Kabupaten Pemalang. Parade dilaksanakan pada hari Jumat, 31 Juli 2026, dimulai pukul 07.30 WIB dengan titik kumpul di Kantor Kesbangpol dan berakhir di Pendopo Kabupaten Pemalang.
Menurut Casminah atau yang sering disapa "mba ica" "bahwa setiap organisasi wanita diwajibkan mengirimkan 10 orang delegasi dan wajib mengenakan kebaya serta membawa papan identitas organisasinya masing-masing, pungkasnya".
Tema Utama: Peringatan tahun ini mengusung tajuk semangat "Pesona Kebaya Indonesia untuk Dunia".
Penampilan Mencolok BIPEKA PKS Pemalang
Dari barisan peserta yang memadati acara, delegasi dari Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BIPEKA) DPD PKS Pemalang sukses mencuri perhatian warga yang melintas. Rombongan ibu-ibu ini tampil sangat kompak dan menyegarkan mata dengan perpaduan atasan kebaya tunik berwarna putih, bawahan kain batik klasik, serta sentuhan warna berani melalui hijab berwarna oranye terang.
Selama menyusuri rute parade di jalan raya, mereka dengan penuh semangat melambaikan tangan ke arah warga sambil membawa papan identitas bernuansa hitam-merah. Papan tersebut bertuliskan angka "19" yang berukuran besar, lengkap dengan logo PKS dan BIPEKA DPD PKS Pemalang, serta dihiasi dengan ornamen bunga bernuansa putih-perak di sudut-sudutnya.
Senyum semringah terus terpancar dari rombongan ini, baik saat mereka berswafoto bersama di panggung utama Pendopo, berpose anggun di depan gedung bergaya arsitektur klasik, maupun saat berbaris rapi di aspal jalan raya.
Peringatan Hari Kebaya Nasional kali ini terbukti tidak sekadar menjadi ajang pamer busana semata, melainkan sebuah aksi nyata para perempuan Pemalang dalam upaya pelestarian budaya bangsa. Melalui langkah-langkah anggun di jalanan hari ini, harapan agar kebaya terus lestari dan mendunia rasanya bukan lagi sekadar impian belaka.


