DO NOT MISS

Selasa, 30 Juni 2015

Pergantian Presiden PKS Mundur karena Pilkada Serentak

JAKARTA (25/6) - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta mengatakan bahwa proses pergantian dan penetapan kepengurusan di internal partainya baru akan diselesaikan setelah digelarnya pemilihan kepala daerah serentak pada akhir tahun ini. Hal tersebut mundur dari rencana pergantian dan penetapan pengurus baru PKS yang awalnya akan dilakukan pada akhir Juli-Agustus.
Anis menjelaskan, saat ini PKS ingin fokus pada persiapan menghadapi pilkada serentak. Pilkada serentak digelar 9 Desember 2015, adapun masa bakti kepengurusan PKS berakhir di bulan yang sama.
"Kita baru ini setelah urus pilkada selesai karena (ada) pekerjaan administrasi," kata Anis seusai buka puasa bersama di kediaman dinas Ketua DPD RI, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2015).
Dalam proses pergantian kepemimpinan PKS, semua posisi pimpinan dan pengurus ditetapkan melalui musyawarah Dewan Syura PKS. Anis mengatakan, saat ini partainya tengah berkonsentrasi mempersiapkan segala hal untuk mengikuti pilkada.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua Badan Penyelenggara Pemilihan Raya PKS Sumanjaya mengatakan bahwa proses pergantian dan penetapan kepemimpinan di partainya akan selesai pertengahan tahun ini. Semula ia memperkirakan Munas PKS akan digelar akhir Juli atau Agustus 2015 untuk menyampaikan hasil musyawarah Majelis Syura yang salah satunya menetapkan Presiden PKS serta Sekretaris Jenderal.
Saat ini 66 anggota Majelis Syura PKS periode 2015-2020 telah terpilih. Jumlah tersebut adalah batas minimal anggota Majelis Syura seperti tertuang dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga PKS.
Jumlah anggota Majelis Syura PKS kemungkinan besar menjadi 69 karena ditambah anggota tetap. Anggota tetap adalah kader PKS yang pernah menjadi Ketua Majelis Syura. Setelah resmi dilantik, anggota Majelis Syura dapat mulai bermusyawarah untuk menentukan penambahan jumlah anggotanya. Batas maksimal anggota Majelis Syura adalah 99 anggota.
Majelis Syura kemudian akan bermusyawarah untuk menetapkan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat, Presiden PKS, Ketua Dewan Syariah Pusat, Sekretaris Jenderal, dan Bendahara Umum. Setelah terpilih, kelima nama pimpinan PKS itu langsung ditetapkan menjadi Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS. Proses Pemilihan Raya PKS telah dimulai sejak Desember 2014. Saat itu Badan Penyelenggara Pemilihan Raya PKS melakukan tabulasi data anggota, verifikasi, dan melakukan penjaringan serta penyaringan.
Semua kader yang dipilih menjadi bakal calon anggota Majelis Syura harus memenuhi sejumlah syarat, di antaranya harus anggota ahli yang sekurang-kurangnya 7 tahun menjadi kader dan pernah menjadi pengurus PKS di tingkat provinsi. Hasil musyawarah Majelis Syura akan disampaikan dalam Musyawarah Nasional PKS. Dalam munas tersebut akan hadir pengurus PKS dari seluruh Indonesia.
Sumber: http://nasional.kompas.com

Berjuanglah untuk Islam Walau Anda Pelaku Maksiat

image










Farid Nu'man Hasan
Apa yang kau anggap atas dirimu sendiri? Begitu banyakkah dosa dan noda? Ketahuilah, setiap manusia –siapa pun dia- juga memiliki kesalahan, dan sebaik-baik manusia yang membuat kesalahan adalah yang mau bertaubat. Mari jadilah yang terbaik…
Apa yang menghalangimu membela agamamu? Apa yang merintangimu beramal demi kejayaan Islam dan kaum muslimin? Dosa, noda, dan maksiat itu? Ketahuilah, jika kau diam saja, tidak beramal karena merasa belum pantas berjuang, masih jauh dari sempurna, maka daftar noda dan maksiat itu semakin bertambah. Itulah tipu daya setan atas anak Adam, mereka menghalangi manusia dari berjuang dan hidup bersama para pejuang, dengan menciptakan keraguan di dalam hati manusia dengan menjadikan dosa-dosanya sebagai alasan.
Saudaraku …
Hilangkan keraguanmu, karena Rabbmu yang Maha Pengampun telah berfirman:
إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ
Sesungguhnya kebaikan-kebaikan akan menghapuskan keburukan-keburukan. (QS. Hud: 114)
Hilangkan pula kebimbanganmu, karena kekasih hati tercinta, Nabi-Nya yang mulia –Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam- telah bersabda:
وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا
Ikutilah perbuatan burukmu dengan perbuatan baik, niscaya itu akan menghapuskannya. (HR. At Tirmidzi No. 1987, katanya: hasan shahih. Ahmad No. 21354, 21403, 21487, 21536, 21988, 22059, Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir No. 296, 297, 298, juga Al Mu’jam Ash Shaghir No. 530, Ad Darimi No. 2833, Al Hakim dalam Al Mustadrak No. 178, katanya: “Shahih, sesuai syarat Al Bukhari dan Muslim.” Disepakati oleh Imam Adz DZahabi dalam At Talkhish. Sementara Syaikh Syu’aib Al Arnauth dan Syaikh Al Albani menghasankannya dalam kitab mereka masing-masing)
Saudaraku …
Tidak usah berkecil hati dan jangan putus asa, sungguh agama mulia ini pernah dimenangkan oleh orang mulianya dan para fajir (pelaku dosa)nya. Semuanya mengambil bagian dalam gerbong caravan pejuang Islam. Imam Al Bukhari telah membuat Bab dalam kitab Shahihnya, Innallaha Yu’ayyidu Ad Diin bir Rajul Al Faajir (Sesungguhnya Allah akan menolong agama-Nya melalui seseorang yang fajir). Ya, kadang ada pelaku maksiat, seorang fajir, justru dia melakukan aksi-aksi nushrah (pertolongan) terhadap agamanya, dibanding laki-laki yang shalih. Semoga aksi-aksi nushrah tersebut bisa merubahnya dari perilaku buruknya, dan dia bisa mengambil pelajaran darinya sampai dia berubah menjadi orang shalih yang berjihad, bukan lagi orang fajir yang berjihad.
Saudaraku … Ada Abu Mihjan!!
Kukisahkan kepadamu tentang Abu Mihjan Radhiallahu ‘Anhu. Ditulis dengan tinta emas para ulama Islam, di antaranya Imam Adz Dzahabi dalam Siyar A’lamin Nubala pada Bab Sirah Umar Al Faruq. (2/448. Darul Hadits, Kairo), juga Usudul Ghabah-nya Imam Ibnul Atsir. (6/271. Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)
Beliau adalah seorang laki-laki yang sangat sulit menahan diri dari khamr (minuman keras). Beliau sering dibawa kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk diterapkan hukum cambuk (Jild) padanya karena perbuatannya itu. Bahkan Ibnu Jarir menyebutkan Abu Mihjan tujuh kali dihukum cambuk. Tetapi, dia adalah seorang laki-laki yang sangat mencintai jihad, perindu syahid, dan hatinya gelisah jika tidak andil dalam aksi-aksi jihad para sahabat nabi Radhiallahu ‘Anhum.
Hingga datanglah perang Al Qadisiyah yang dipimpin oleh Sa’ad bin Abi Waqash Radhiallahu ‘Anhumelawan Persia, pada masa pemerintahan Khalifah Umar Radhiallahu ‘Anhu. Abu Mihjan ikut andil di dalamnya, dia tampil gagah berani bahkan termasuk yang paling bersemangat dan banyak membunuh musuh. Tetapi, saat itu dia dikalahkan keinginannya untuk meminum khamr, akhirnya dia pun meminumnya. Maka, Sa’ad bin Abi Waqash menghukumnya dengan memenjarakannya serta melarangnya untuk ikut jihad.
Di dalam penjara, dia sangat sedih karena tidak bisa bersama para mujahidin. Apalagi dari dalam penjara dia mendengar suara dentingan pedang dan teriakan serunya peperangan, hatinya teriris, ingin sekali dia membantu kaum muslimin melawan Persia yang Majusi. Hal ini diketahui oleh istri Sa’ad bin Abi Waqash yang bernama Salma, dia sangat iba melihat penderitaan Abu Mihjan, menderita karena tidak dapat ikut berjihad, menderita karena tidak bisa berbuat untuk agamanya! Maka, tanpa sepengetahuan Sa’ad -yang saat itu sedang sakit, dan dia memimpin pasukan melalui pembaringannya, serta mengatur strategi di atasnya- Beliau membebaskan Abu Mihjan untuk dapat bergabung dengan para mujahidin. Abu Mihjan meminta kepada Salma kudanya Sa’ad yaitu Balqa dan juga senjatanya. Beliau berjanji, jika masih hidup akan mengembalikan kuda dan senjata itu, dan kembali pula ke penjara. Sebaliknya jika wafat memang itulah yang dia cita-citakan.
Abu Mihjan berangkat ke medan tempur dengan wajah tertutup kain sehingga tidak seorang pun yang mengenalnya. Dia masuk turun ke medan jihad dengan gesit dan gagah berani. Sehingga Sa’ad memperhatikannya dari kamar tempatnya berbaring karena sakit dan dia takjub kepadanya, dan mengatakan: “Seandainya aku tidak tahu bahwa Abu Mihjan ada di penjara, maka aku katakan orang itu pastilah Abu Mihjan. Seandainya aku tidak tahu di mana pula si Balqa, maka aku katakan kuda itu adalah Balqa.”
Sa’ad bin Abi Waqash bertanya kepada istrinya, dan istrinya menceritakan apa yang terjadi sebenarnya pada Abu Mihjan, sehingga lahirlah rasa iba dari Sa’ad kepada Abu Mihjan.
Perang usai, dan kaum muslimin menang gilang gemilang. Abi Mihjan kembali ke penjara, dan dia sendiri yang memborgol kakinya, sebagaimana janjinya. Sa’ad bin Waqash Radhiallahu ‘Anhu mendatanginya dan membuka borgol tersebut, lalu berkata:
لا نجلدك على خمر أبدا فقال: وأنا والله لا أشربها أبدا
Kami tidak akan mencambukmu karena khamr selamanya. Abu Mihjan menjawab: “Dan Aku, Demi Allah, tidak akan lagi meminum khamr selamanya!”
Saudaraku ….
Sangat sulit bagi kita mengikuti dan menyamai Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali dan para sahabat nabi yang mulia, Radhiallahu ‘Anhum. Tetapi, paling tidak kita masih bisa seperti Abu Mihjan, walau dia pelaku maksiat namun masih memiliki ghirah kepada perjuangan agamanya, dan ikut hadir dalam deretan nama-nama pahlawan Islam. Semoga Allah Ta’ala memasukkan kita ke dalam deretan para pejuang agama-Nya, mengikhlaskan, dan memberikan karunia syahadah kepada kita. Amin.
Wallahu A’lam. 
Sumber: ustadzfarid.com

Kamis, 25 Juni 2015

Bidang Perempuan PKS Pemalang Nduwe Gawe

Sembako murah yang disediakan bidang Perempuan PKS Pemalang
 diserbu warga, Rabu (17/6) kemarin.

Inilah sembako yang telah ditata oleh panitia bazar sembako
 Bidang Permpuan PKS Pemalang, Rabu (25/6) kemarin


Kader Dakwah Mudah Korbankan Harta, Tapi Sulit Korbankan Hati

imagePKSPemalang.org-Dalam aktifitas dakwah kita, sudah dipastikan akan mendapatkan halangan dan rintangan yang banyak. Untuk itu pengorbanan Harta dan Jiwa bagi semua aktifis dakwah adalah sebuah kepastian. Karena dengan pengorbanan itu setiap Dai akan mendapatkan kebaikan dan rahmat dari Allah swt, dan  Karena dengan pengorbanan itu, setiap aktifitas dakwah kita justru akan semakin terasa nikmat.
Pengorbanan dakwah berupa harta dan jiwa terlihat sepertinya berat, namun sebenarnya ada satu hal yang sangat sulit bagi para aktivis dakwah untuk mengorbankan hal yang satu ini demi kelanjutan dakwah. Yaitu pengorbanan hati. Muhammad Abduh pernah menulis dalam bukunya yang berjudul "Memperbarui Komitmen Dakwah", bahwa Rendah Hati adalah pengorbanan terbesar.
"Di antara bentuk pengorbanan yang paling besar, yang sering tidak diperhatikan oleh kebanyakan aktivis dakwah adalah sikap rendah hati terhadap saudara-saudara seperjuangan. Memaafkan kesalahan dan ketergelinciran saudara seperjuangan, rela menahan kelemahan dan kekuranganmereka dalam kerja dakwah dan tidak membesar-besarkannya, meskipun kitalah yang benar" Demikian kutipan dalam buku itu.  
Hal ini mungkin sekarang ini sangat mudah kita lihat bahwa banyak di antara kader dakwah yang meluapkan kekecewaan terhadap hasil syuro atau kebijakan dakwah melalui jejaring sosial. Atau kader yang mudah "mutung" dan tidak mau terlibat lagi dalam dakwah karena pendapat pribadinya tidak diakomodir.
Muhammad Abduh dalam bukunya tersebut juga secara gamblang menjelaskan bahwa pengorbanan hati adalah pengorbanan yang sangat sulit. Hal yang paling sederhana adalah ketika ada perbedaan pandangan antara pribadi dengan pribadi lainnya dalam sebuah musyawarah aktifitas dakwah. Aktifis dakwah ada juga yang lebih mencintai pendapat pribadi dan memaksakan pendapat pribadi agar menjadi pendapat jamaah.
"Ketahuilah bahwa pengorbanan dari sisi ini adalah yang paling sulit. Menahan diri dari kemarahan jiwa, memaksakan pendapat, dan mencintai pendapat pribadi serta ingin memenangkan pendapat pribadi merupakan hal yang sangat sulit" Tulis Muhammad Abdul.
Membaca tulisan Muhammad Abduh ini, marilah kita belajar bijak dalam setiap sikap kita, menyikapi berbagai macam kebijakan yang telah diambil oleh qiyadah atau hasil syuro. Mungkin ada perbedaan pendapat dengan pendapat pribadi kita, namun kita harus mampu mengelola hati kita agar bisikan setan tidak mudah masuk dan menghasut diri kita yang justru merugikan perjalanan dakwah itu sendiri. Seorang aktifis dakwah tentu memiliki sikap, namun bagaimana mengutarakan sikap dan mewujudkannya, itu yang menjadi pembeda, mana yang bisa berkorban dengan hati dan mana yang tidak. 
Sumber: pksemarang.org
( Abu Musa )

Rabu, 24 Juni 2015

Distribusi Elpiji 3 Kg Nyasar, Diskoperindag Tertibkan!

PKSPemalang.org-Teguh Priambudi menyayangkan distribusi gas Elpiji 3 Kg bersubsidi yang belum tepat sasaran. Disinyalir masih ada dunia usaha dan rumahan yang semestinya menggunakan gas Elpiji non subsidi kemasan 12 kg, ternyata menggunakan gas Elpiji bersubsidi. Hal itu disampaikan selepas sidak komisi C DPRD Pemalang ke sejumlah SPBE di Pemalang, Selasa (23/6) kemarin.
gas ukuran 12 Kg hanya produksi 2 ton dalam sehari,
menyesuaikan jumlah penggunanya di Pemalang

Anggota Komisi C DPRD Pemalang ini mengatakan indikasi bahwa gas Elpiji bersubsidi tidak tepat sasaran adalah lantaran produksi SPBE untuk gas Elpiji kemasan 3 Kg mencapai 30 ton/ hari, sementara untuk gas Elpiji non subsidi 12 Kg dalam sehari hanya 2 ton/hari.
"Itu untuk wilayah Pemalang. melihat data tersebut berarti masih ada yang nyasar ke badan usaha seperti restoran dan perumahan kalangan berada," ujar dia.

Pria yang juga Ketua Fraksi PKS Pemalang ini mendesak adanya penataan penggunaan gas Elpiji subsidi tersebut."Dinas terkait seperti Diskoperindag Pemalang harus melakukan penataan dan penertiban. Jangan restoran masih pakai tabung 3 Kg," tandas dia.

Memang, lanjut Teguh, dengan pemakaian Elpiji 3 kg bukan Elpiji 12 Kg badan usaha mendapatkan selisih yang besar kisaran Rp70.000 dalam setiap pemakaian.

Ditanya terkait stok selama Ramadhan, Teguh mengatakan masih aman hingga Agustus mendatang. meskipun dalam hal harga mengalami kenaikan sekitar 7 persen.
"Kenaikan harga selama Ramadhan sekitar 7 persen, tapi masih bisa diantisipasi oleh masyarakat," tegas dia.


Selasa, 23 Juni 2015

Kegiatan dengan Anggaran Besar Tak Berjalan, Dongkrak SILPA

PKSPemalang.org-PemKab Pemalang akhirnya menjawab pertanyaan Fraksi Partai Keadilan Pemalang berkaitan besaran dana ngangur (SILPA) 2014 yang melonjak tajam dibanding tahun 2013. hal ini disampaikan dalam Rapat Paripurna Jawaban Eksekutif terhadap Pandangan Fraksi-Fraksi di DPRD Pemalang, Senin (22/6) kemarin.


Bupati Pemalang, Junaedi menyampaikan perhitungan SILPA 2014 sebesar 251,748  bersumber dari pendapatan yang melampaui anggaran Rp34,963 Miliar, belanja dibawah anggaran Rp216,452 Miliar, dan pembiayaan Netto di bawah anggaran Rp 0,333 Miliar.

Pelampauan pendapatan terutama berasal dari PAD sebesar Rp39,222 Miliar sedangkan realisasi belanja jika dianalisa secara mayoritas program dan kegiatan berjalan efektif dan efisien, "Namun dari sedikit kegiatan yang tidak berjalan baik, terdapat anggaran yang memiliki anggaran besar sehingga berdampak signifikan terhadap jumlah SILPA ditambah tingkat realisasi belanja tidak langsung," terang Bupati.

belanja pegawai sekitar Rp84.135 Miliar pada belanja pegawai tidak langsung karena tunjangan profesi dan tambahan pengasilan guru yang dibayar tahun berikutnya, alokasi cadangan untuk pengangkatan CPNS baru dan beberapa peristiwa kepegawaian yang lain.
 belanja hibah, bansos dan bantuan keuangan sekitar Rp15,99 Miliar terutama karena ketentuan pemenuhan syarat sesuai ketentuan.

baca juga :SILPA (Dana Ngangur) Melonjak, Kinerja Pemda? 

Belanja barang dan modal sekitar Rp115,743 miliar antara lain karena persoalan pemberlakuakn kurikulum 2013 (pengadaan buku dan alat peraga), harga tanah diatas harga appraisal (pengadaan tanah sekolah berdampak ke gedung sekolah), dan persoalan waku dan regulasi (dana kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional pada puskesmas, bantuan provinsi, DID, DAK Bidang Pendidikan).

"Sehingga SILPA yang aktif (murni) mencapai Rp108,489 miliar atau 43,09%. dan SILPA yang pasif (mandatory) sebesar Rp143,259 miliar atau 56,91 %," terang Bupati.

Kamis, 18 Juni 2015

SILPA (Dana Ngangur) Melonjak, Kinerja Pemda?

PKSPemalang-Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) soroti lonjakan tajam SILPA 2014 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu menandai lemahnya komitmen Pemda dalam peningkatan manajemen program dan pengelolaan keuangan. Hal itu disampaikan dalam sidang paripurna DPRD Pemalang, Kamis (18/5) kemarin.
ilustrasi kinerja Pemda

FPKS memberikan sejumlah catatan penting. Ketua Fraksi PKS Pemalang, Teguh Priambudi, mengatakan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2014 hampir seluruhnya masih berbicara tentang presentasi realisasi dana dan realisasi fisik. Padahal dalam anggaran berbasis kinerja, pencapaian prestasi harus tertuang dalam bentuk input, output, outcome, benefit, dan impact dari tiap kegiatan.
“Dan setiap kegiatan yang dibiayai APBD harus bisa diukur parameter keberhasilannya. Dengan model pelaporan sebagaimana yang telah dikirimkan kepada kami, masih dirasakan sangat sulit untuk mengukur dan mengusulkan perbaikan pada masing-masing programnya,” tandas dia.
Diantara sorotannya yakni besaran SILPA tahun 2014 melonjak tajam dibanding tahun 2013. Pada tahun 2013 terdapat SILPA Rp. 194,155 Miliar Sementara SILPA tahun 2014 sebesar Rp. 251,748 Miliar lebih. “Dengan meningkatnya SILPA tersebut, menunjukkan bahwa menurunnya komitmen Pemda dalam peningkatan kualias manajemen program/ kegiatan dan pengelolaan keuangan,” tandas dia.
Dijelaskan pula oleh Teguh, dalam undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 menetapkan bahwa APBD disusun berdasarkan pendekatan prestasi kerja yang akan dicapai.
Sementara, pengukuran kinerja digunakan untuk menilai keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan kegiatan / program / kebijakan sesuai dengan sasaran dan tugas yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Pemda. “Salah satu aspek yang diukur dalam penilaian kinerja pemerintah daerah adalah aspek keuangan berupa Anggaran Berbasis Kinerja (ABK),” terang dia.
ABK yang efektif, lanjut teguh, akan mengidentifikasikan keterkaitan antara nilai uang dan hasil, serta dapat menjelaskan bagaimana keterkaitan tersebut dapat terjadi, yang merupakan kunci pengelolaan program secara efektif. Jika terjadi perbedaan antara rencana dan realisasinya, dapat dilakukan evaluasi sumber-sumber input dan bagaimana keterkaitannya dengan output dan outcome untuk menentukan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan program. “Ini semua demi terciptanya pemerintahan yang efektif, baik dan bersih (good governance and clean government),” pungkas dia.

Humas PKS

Penelantaran Anak Fenomena Gunung ES

PKSPemalang - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) mengapresiasi akan dibahasnya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Perlindungan Korban Kekerasan Berbasis Gender dan Anak dalam usulan Raperda Tahap II 2015.
ilustrasi kekesasan kepada anak

Anggota FPKS Pemalang, Riski Wulan Sucifiani, mengatakan sangat mengapresiasi munculnya Raperda itu apalagi kasus KDRT merupakan fenomena gunung es, dimana yang muncul ke permukaan sangat minim.

"Apalagi belum lama ini muncul kasus yang menggegerkan Indonesia yakni kasus Angeline, bocah usia 8 tahun yang mengalami penelantaran, tindak KDRT hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia,” tandas dia.

Hal itu, lanjut Fian, menjadi keprihatinan banyak pihak. “Bagi FPKS kasus Angeline tersebut ibarat fenomena gunung es, kasus tersebut hanya satu dari ribuan kasus KDRT yang terekspos. Sayang banyak kasus tersebut yang terlewat dari penanggulangan karena  masyarakat enggan terlibat. Masyarakat kita  khawatir dianggap ikut campur urusan orang lain," tandas dia.

Menurut Anggota Legislatif dari Dapil V ini, data di Kementrian Sosial hingga 2014 ditengarai ada lebih dari 4 juta anak terlantar di Indonesia. Sementara dalam Undang-undang (UU) Perlindungan Anak no 35 tahun 2014, anak terlantar adalah anak yang tidak terpenuhi kebutuhan fisik, mental, spiritual dan sosialnya.

“Menurut ketentuan No 15a dalam UU tersebut penelantaran anak adalah bagian dari tindak kekerasan. Maka dari itu anak korban trafficking, anak yang ditinggalkan, anak jalanan, anak yang diasuh orangtua tetapi tidak mendapat perawatan atau pengasuhan layak masuk kategori penelantaran,” tandas dia.

Selanjutnya, menurut Fian, Raperda akan dibahas dalam panitia khusus (pansus) DPRD Pemalang. Fian menyerukan Pemerintah daerah  lewat dinas  dan  lembaga terkait seperti Dinsosnakertrans, KPAI, P2TP2K, PKK, harus aktif melakukan penguatan jaringan dengan tokoh dan perwakilan masyarakat.


“Kelurahan, RW, RT, ormas, LSM dan yayasan sosial perlu disosialisasi apa dan bagaimana bertindak bila menemui kasus-kasus penelantaran anak,” tandas dia.

Humas PKS

Selasa, 16 Juni 2015

Dewan PKS: Ramadhan Bulan Insyaf

image

Tarhib Ramadhan PKS Solo
Solo, PKS Jateng Online- Menyambut datangngnya bulan suci Ramadhan, Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kecamatan Banjarsari mengadakan kegiatan Pawai Tarhib Ramadhan. Pawai  yang digelar pada hari Ahad (14/6) itu mengambil rute  Kantor DPC PKS Banjarsari - Stadion Manahan - Stasiun Balapan - Gilingan - Nusukan - Kadipiro dan finish kembali ke Kantor PKS Banjarsari.

Diikuti lebih dari seratusan kader PKS Banjarsari yang terdiri dari bapak, ibu dan anak-anak, peserta pawai menggunakan sepeda motornya untuk berkeliling Banjarsari. Selain menggunakan motor, tampak juga sebuah mobil bak terbuka berisi seperangkat sound system yang digunakan untuk menyampaikan tausyah seputar Ramadhan. Sebagai pemberi tausyah dalam Pawai Tarhib Ramadhan tersebut Ketua DPC PKS Banjarsari, Mugi Widodo dan anggota DPRD Solo asal Banjarsari, Muhadi Syahroni dan Asih Sunjoto Putro.

Dalam tausyahnya, Asih mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya menyambut datangnya bulan Ramadhan dengan sambutan yang ceria dan memanfaatkan Ramadhan kali ini dengan memaksimalkan ibadah.

"Ramadhan ini merupakan bulan untuk kita melakukan keinsyafan, baik insyaf diri, keluarga dan masyarakat," kata Asih.

Masyarakat terlihat sangat antusias melihat Pawai Tarhib Ramadhan dan menerima jadwal imsakiyah yang dibagikan peserta pawai itu. Hal tersebut dikarenakan masyarakat masih minim menerima info seputar Ramadhan tahun ini. (AR) 
( Ped/AR/Humas )

Ini Lima Hal Utama yang Harus Dipersiapkan Jelang Ramadhan

BANDAR LAMPUNG (15/6) - Ketua Umum DPW PKS Lampung Gufron Aziz Fuadi mengajak seluruh kader PKS untuk memberikan perhatian lebih kepada Kaum Dhuafa pada Bulan Ramadhan 1436 H. Gufron menyampaikan hal ini saat memberikan tausiah Tarhib Ramadhan kepada kader PKS Lampung di Aula SLB Kemiling, Bandar Lampung, Ahad (14/6).
“Ramadhan ialah bulan yang mengingatkan simpati kita kepada Kaum Dhuafa. Ramadhan waktu yang tepat untuk melihat segala kebutuhan kita dalam memulihkan kondisi, baik diri sendiri maupun masyarakat. Jangan sampai titik Dhuafa terabaikan, yang justru menjadi sumber kelemahan bagi diri sendiri dan masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan itu, Gufron menyerukan lima hal utama yang harus dipersiapkan semua kaum muslimin dan muslimat menjelang Ramadhan. Pertama, persiapan ruhiyah. Pada persiapan ini seorang muslim harus membersihkan hati dari penyakit akidah sehingga melahirkan niat yang ikhlas. Sedangkan yang kedua ialah persiapan fikriyah.
“Persiapan fikriyah yaitu membekali diri dengan ilmu agama terutama yang terkait secara langsung dengan amaliah Ramadhan, sehingga ibadah benar-benar efektif. Seperti halnya ilmu tentang kewajiban puasa, keutamaan puasa, hikmah puasa, syarat dan rukun puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, serta sunah puasa. Juga tarawih, iktikaf, dan zakat,” paparnya.
Ketiga, persiapan jasadiyah. Ramadhan, lanjut Gufron, membutuhkan persiapan jasad yang baik. Oleh karena Ramadhan menciptakan siklus keseharian yang berbeda dari bulan sebelumnya. Sebagai muslim yang baik, Gufron mengimbau para kader untuk tetap produktif dengan pekerjaannya meskipun berpuasa. Persiapan fisik ini diperlukan karena seorang muslim akan melakukan ibadah dalam porsi yang lebih lama dari sebelumnya.
“Kemudian keempat ialah persiapan maaliyah atau harta. Bukan untuk membeli baju baru, menyediakan kue lezat, dan lain-lain. Namun, justru memerlukan sejumlah dana untuk memperbanyak infaq, sedekah, memberi ifthor (buka puasa) orang lain, membayar zakat fitrah, dan untuk ibadah yang lainnya,” jelasnya.
Sedangkan hal kelima yang harus dipersiapkan dengan baik menjelang Bulan Ramadhan ialah da’wiyah. Gufron menjelaskan persiapan da’wiyah merupakan persiapan seorang kader merancang kegiatan-kegiatan dakwahnya selama Ramadhan.
“Berapa kali mengisi kultum tarawih, menjadi imam salat, mengisi khotbah Jumat, membina majelis taklim, sampai dengan menjadi khatib Idul Fitri,” pungkasnya.

Keterangan Foto: Ketua Umum DPW PKS Lampung Gufron Aziz Fuadi (tengah memegang microphone) saat memberikan tausiah Tarhib Ramadhan kepada kader PKS Lampung di Aula SLB Kemiling, Bandar Lampung, Ahad (14/6).

RUU Tapera Buka Akses Kepemilikan Rumah Bagi Masyarakat



JAKARTA (14/6) – Fraksi PKS DPR RI mengapresiasi berbagai pihak yang mendukung lahirnya Rancangan Undang-Undang Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera). Hal ini dilandasi kondisi meningkatnya kebutuhan masyarakat atas rumah yang telah mencapai 15 juta unit. Sedangkan produksi rata-rata rumah formal kurang dari 200.000 unit/tahun berdasarkan data Perumnas maupun DPP Real Estate Indonesia (REI).
"Fraksi PKS memandang bahwa RUU Tapera memiliki arti penting dan strategis untuk membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah," kata Sekretaris Fraksi PKS DPR RI Abdul Hakim yang juga menjadi inisiator pembahasan RUU ini, melalui siaran persnya, Ahad (14/6).
Menurut Anggota Komisi V DPR RI itu, regulasi yang melibatkan sekurangnya empat kementerian ini, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Hukum dan HAM, kelak menjadi dasar hukum bagi solusi masalah perumahan layak, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Hakim menambahkan beberapa hal penting yang menjadi perhatian Fraksi PKS antara lain soal kepesertaan, kelembagaan, pemanfaatan dana Tapera, dan pengawasannya. Soal kepesertaan, lanjutnya, berdasarkan Pasal 7 RUU Tapera disebutkan bahwa peserta Tapera ialah WNI yang memenuhi syarat sudah bekerja, berpenghasilan di atas upah minimum, dan berusia sekurang-kurangnya 18 tahun atau sudah menikah pada saat mendaftar.
"Nanti ada kewajiban menabung dari peserta sebesar 2,5% penghasilan dan kewajiban menabung bagi pemberi kerja 0,5%. Setiap peserta juga berhak mendapatkan pemanfaatan Dana Tapera yang diantaranya dapat digunakan untuk pembiayaan pemilikan rumah, pembangunan rumah, dan perbaikan rumah," jelasnya.
RUU ini, lanjut Hakim, juga mengamanatkan dibentuknya Komite Tapera dan Badan Pengelola (BP) Tapera yang akan mengawal proses pengelolaan tabungan perumahan rakyat. Sedangkan pemanfaatan dana Tapera dapat diarahkan untuk berbagai bentuk investasi dan skema pembiayaan.
"Contohnya untuk membiayai investasi pengembangan kawasan pemukiman dan pusat perdagangan, investasi perumahan umum sewa, kredit pemilikan rumah sejahtera dan layak, dan kegiatan lainnya yang sejalan dan menunjang visi misi pembangunan perumahan rakyat," cetusnya.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI Basuki Hadimuljono dalam rapat kerja dengan Komisi V (10/6/2015) menyatakan dukungan terhadap pembahasan RUU Tapera. "Mengenai Tapera sudah di-briefoleh Dirjen Pembiayaan Perumahan. Akan diselesaikan tahun ini (20150. Kami mendukung," jawab Basuki.

Keterangan Foto: Sekretaris Fraksi PKS dan Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hakim.
sumber : pks.or.id

Senin, 15 Juni 2015

Pawai Akbar Sambut Ramadhan, Ekspresi Suka Cita PKS Pemalang


PKS Pemalang-Kembali Dewan Pengurus Daerah (DPD)  PKS Pemalang  mengelar pawai akbar sambut kedatangan bulan Ramadhan, Minggu (14/6) kemarin. Hal itu dilaksanakan sebagai ekspresi suka cita PKS Pemalang menyambut kedatangan bulan suci umat Islam tersebut.  
Salah satu ekspresi peserta pawai akbar PKS Pemalang dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.

Sekitar 250 simpatisan dan kader PKS Pemalang melakukan pawai keliling kota Pemalang dengan menggunakan kendaraan bermotor baik sepeda motor dan mobil. Yang cukup unik mereka membawa sejumlah alat peraga berupa rambu-rambu atau larangan selama menjalankan ibadah puasa. Seperti Stop mendem, perbanyak dzikir, jaga amarah dan lain sebagainya.
“Mari kita ingat rambu-rambu menjalankan ibadah puasa, agar puasa kita tidak hanya dinilai lapar dan dahaga,” ujar orator pawai tersebut saat melintas di Jalan A. Yani Pemalang, kemarin. 
Ketua DPD PKS Pemalang, Sumari SPd.I mengungkapkan agenda tarhib atau pawai akbar ini merupakan agenda tahunan yang digelar  partai. Kegiatan ini sebagai syiar kepada masyarakat akan pentingnya  bulan ramadhan.
 “Kita mengajak kepada masyarakat agar menyambut Ramadhan ini dengan penuh sukacita, kami ingatkan untuk memakmurkan masjid, meramaikan tarawih, memperbanyak dzikir dan sedekah. Dan meminimalisir hal-hal  yang dapat mengurangi pahala puasa,”ujar dia.
Melalui sejumlah ruas jalan Kota Pemalang di dua kecamatan yakni Kecamatan Pemalang dan Taman, PKS menyampaikan ajakan memperbanyak amalan puasa dan juga membagikan  jadwal imsakiyah. Spontan hal itu menarik antusiasme masyarakat yang sedang berada di jalanan.
Selain agenda tarhib ini, lanjut Sumari, pihaknya juga akan mengadakan bakti sosial (baksos)  dan bazar sembako murah pada tanggal 17 Juni 2015 nanti di kantor DPD PKS Pemalang, Jalan Anggur, Kelurahan Bojongbata. Selain itu kegiatan I’tikaf pada 10 hari terakhir dan halal bihalal pada bulan Syawal mendatang. “Kami mendoakan semoga semua khusyuk menjalankan Ibadah selama Ramadhan ini, kekhusyukan ini membutuhkan kondisi yang kondusif. Semoga semua pihak dapat menciptakanya kondisi tersebut bersama-sama,” tandas dia.

  

Sabtu, 13 Juni 2015

Fraksi PKS DPRD Pemalang Sampaikan Reses Masa Sidang II


PKSPemalang-Fraksi PKS DPRD Kabupaten Pemalang menyampaikan reses bersama dalam sidang paripurna, Jumat (12/5) Kemarin. FPKS mendapatkan kesempatan pertama dalam pembacaan hasil reses di masa sidang ke dua tersebut.

Aleg FPKS DPRD Pemalang
Sebagai juru bicara FPKS dalam paripurna, Daliwan, SPd mengatakan reses memang berarti istirahat dari sidang-sidang. Namun itu tidak berarti libur dari menjadi wakil masyarakat.

"Kita tetap bekerja meski tidak di parlemen, melainkan menyerap aspirasi langsung di lapangan," ujar dia, Jumat. 

Disampaikan Daliwan, maksud dan tujuan dari kegiatan reses adalah untuk mengunjungi daerah Pemilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pemalang yang bersangkutan dalam rangka menyerap aspirasi masyarakat.

 " Sementara maksud dan tujuan Laporan Kegiatan Reses adalah untuk menyampaikan hasil dari penyerapan aspirasi masyarakat tersebut kepada Pemerintah Daerah agar dapat ditindak lanjuti," tandas dia.

Berikut hasil serap aspirasi dalam reses II yang disampaikan FPKS Pemalang dalam paripurna :
A.     Pembangunan dan Perbaikan Jalan antar desa dan kecamatan
1.    Makadam jalan dusun I s/d Dusun III ,sepanjang 1Km jalan linkungan nelayan di Desa Asemdoyong, Kec. Taman.
2.    Pengaspalan jalan dari Dusun Kalibaros ke Desa Wanarejan Selatan, Kec. Taman (Zatobay) sepanjang 700 km.
3.         Pengaspalan jalan antar desa antar kecamatan, dari Dusun Karangsuci Desa Penggarit Kec. Taman ke Dusun Mangunsari Desa Tegalsari Barat Kec.  Ampelgading sepanjang 1km
4.         Perbaikan jalan-jalan desa yang sudah rusak, seperti di RT 07-08, RT 06-11, RT 12-14 Dusun Bengkeng dan RT 24 Dusun Kubang, Desa Datar, Kec. Warungpring
5.         Perbaikan Jalan Raya utama Desa Kandang yang rusak parah, Kec. Comal.
6.         Bantuan pengaspalan jalan Dukuh Jonggrangan, Desa Cikadu, Watukumpul

B.     Rehab Tempat Ibadah
1.      Bantuan rehabilitasi Mushola di Dusun Bodas; Desa Randudongkal, Kecamatan Randudongkal.
2.      Sarana dan Prasarana untuk PAUD MELATI, Desa Mereng
3.      Permohonan bantuan dana untuk Rehabilitasi Masjid, desa pendowo, Bodeh
4.      Bantuan perbaikan masjid dukuh Jaha Desa Tundagan
5.      Perbaikan masjid di Dukuh Jongrangan, Watukumpul.


C.      Bantuan Sektor Pendidikan masyarakat
1.    Adanya taman kota di kec. Randudongkal untuk tempat bermain masyarakat.
2.    Penyediaan beasiswa bagi anak kurang mampu, Desa Bumirejo, Kec. Ulujami.
3.    Penyediaan beasiswa bagi anak kurang mampu, Ds Mojo, Kec. Ulujami
4.    Bantuan perbaikan lapangan olahraga desa Kandang, Comal dan Desa Pendowo Kec. Bodeh.
5.    Bantuan insentif bagi guru- guru pengajar TPQ.

D.     Pembangunan Sektor pertanian.
1.      Bantuan modal dan pelatihan untuk peternak Sapi di Desa Randudongkal, Kec. Randudongkal.
2.      Bantuan budidaya ternak kambing untuk pemuda karang taruna Desa Bumirejo, Kec, Ulujami
3.      Bantuan alat pertanian seperti: Traktor, Pompa air, dll, Desa Kauman, Comal
4.      Pemberian modal bagi petani Sawah
5.      Bantuan dana budidaya Ikan air tawar. Desa Mojo Ulujami

E.      Pembangunan Jembatan dan normalisasi sungai.
1.      Perbaikan jembatan penghubung dari RT 09 ke Lapangan Warungpring sebagai akses ke Sekolah dan Kantor Kecamatan;
2.      Pembuatan jembatan di RT 06 RW 02 sebagai akses warga dan anak-anak sekolah ke kecamatan dan SMP di Desa Datar, Kec. Warungpring.
3.      Rehabilitasi saluran drainase/ Gorong-gorong.
4.      Pembangunan talud di sepanjang sungai Tembreh, Desa Bodah, Watukumpul
5.      Pembangunan bronjong di sepanjang makam desa bodas, watukumpul
6.      Pembangunan jembatan kali dure, desa cikadu, kecd. Watukumpul

F.      Pembangunan Selokan / Saluran air menuju sungai utama.
1.      Pembuatan Gorong-gorong/drainase untuk menghindari kerusakan jalan yang sudah bagus, Desa Datar, Kec. Warungpring.
2.      Pembuatan Senderan / Bronjong Sungai Comal, Ds Mojo Ulujami.
3.      Perbaikan saluran irigasi dusun cawet, Watukumpul
4.      Pembangunan drainase di Desa Petanjungan Kec. Petarukan
5.      Pembangunan pembuangan limbah rumah tangga di Desa Wonogiri, Kecamatan Ampelgading
G.     Kredit usaha rakyat / Permodalan usaha kecil.
1.      Pembinaan untuk pengrajin anyaman bambu, terutama dalam hal inovasi dan pemasarannya; Desa Warungpring, Kec. Warungpring.
2.      Bantuan budidaya ternak kambing/ domba untuk pemuda /karang taruna
3.      Pembinaan kelompok usaha kecil dalam pemasaran produk hasil usaha, Desa Kauman, Kec. Comal.
4.      Pemberian modal bagi usaha kecil desa bodeh, kec. bodeh
5.      Pembinaan kelompok usaha kecil dalam pemasaran produk hasil usaha Desa Pendowo Bodeh

H.    Lingkungan hidup
1.      Pembuatan tempat pembuangan sampah minimal per RT 1 TPS di Desa Datar, Kec. Warungpring.
2.      Penataan pasar randudongkal seperti : lahan parkir, terminal lama yang sering menyebabkan macet; perbaikan drainase karena setiap hujan banjir dan air menggenang: pembuatan tempat sampah di lokasi tertentu karena sampah sering menumpuk di pinggir jalan menyebabkan bau tidak sedap dan tidak indah di pandang mata.
3.      Pemasangan listrik di tempat-tempat pemakaman umum, Desa Mereng.
4.      Bantuan Sumur air bersih untuk masyarakat Ds Bumirejo, Kec. Ulujami.
5.      Pembuatan sarana- prasarana air Bersih masyarakat nelayan, Ds Mojo, Ulujami

I.       Pola pengentasan kemiskinan
1.      Rehab rumah tidak layak huni bagi warga kurang mampu, desa Bumirejo, Kec. Ulujami.
2.      Rehab rumah tidak layak huni bagi warga kurang mampu, Desa Kandang, Kec. Comal.
3.      Rehab rumah tidak layak huni bagi warga tidak mampu Desa Tundagan, Desa Bodas, Desa Bongas, Desa Tlagasana, Cikadu, dan Desa Cawet, Kec. Watukumpul.
4.      Rehab rumah menjadi layak huni di Desa Widodaren, Kec. Petarukan.
5.      Pelatihan ketrampilan berusaha bagi masyarakat kurang mampu.
J.        Potensi ekonomi
1.      Penataan Parkir Pasar Warungpring terutama saat hari Rabu dan Sabtu, agar tidak macet;

2.      Revitalisasi pasar Desa Bumirejo, Kec. Ulujami
 
Copyright © 2014 PKS Pemalang | Distributed By Blogspot Templates | Designed By OddThemes